Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (4/Habis)

Pria Medan Kejam, Suka Pura-pura tak Kenal’

Mengaku uang yang diperolehnya selama di Medan tak sebanyak yang diharapkan, Ling Ling berencana kembali ke negaranya bulan depan. Apalagi, ia merasa Kota Medan kurang menyenangkan. Prianya kejam, suka pura-pura tak kenal saat ketemu di jalan.

 

Laporan: Dame & Maria

 

Dua bulan tinggal di Kota Medan, Ling Ling mengaku tidak terlalu kerasan. Alasan utamanya, uang yang diperolehnya tidak sebanyak yang diharapkannya. Utang yang ditinggalkannya di Hainan belum terbayar, sementara penghasilannya habis untuk membayar cicilan utang ke agen. Belum lagi gaya belanjanya yang cenderung royal.

“Sampai saat ini, saya belum pernah kirim uang untuk keluarga di Cina,” akunya.

Soal makanan, ia juga mengaku kurang suka makanan Indonesia yang banyak bersantan. “Tapi saya suka mietiaw dan bakmi,” senyumnya. Dia juga menyebutkan, menyukai masakan di restoran Chinese Taipan. ‘’Makanannya enak, ‘’pujinya sembari mengacungkan jempol.

Satu lagi yang menurutnya kurang menyenangkan di Medan, adalah karakter pria langganannya. “Meski kita sudah sering ketemu dan akrab saat di ruang karaoke, tapi kalau ketemu di jalan mereka suka pura-pura tidak kenal. Padahal saya sudah pasang senyum ramah,” katanya.

Ia mengaku tidak dapat mengerti kebiasaan seperti itu, karena menurutnya mereka toh tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas selama di ruang karaoke. “Menurut saya itu kejam dan tidak menyenangkan,” katanya sambil mengelus-elus rambutnya.

Selain itu, ia mengaku heran karena dirinya agak kurang laku di Kota Medan. Padahal dirinya cukup cantik, ramah, pintar bernyanyi, dan tinggi langsing. “Teman saya yang berusia 32 tahun itu, sudahlah paling tua, agak gemuk, tapi paling laku. Hampir setiap malam ada yang membookingnya. Heran saya,” katanya sambil terkekeh.

Mungkin temanmu bersedia memberikan pelayanan lebih? “Saya tidak tahulah. Kami tidak saling mencampuri. Ngurus diri masing-masing aja,” elaknya.

Karena semua alasan itulah, ia berencana pulang ke negaranya. Dan itu bisa dilakukannya tanpa banyak masalah. Karena meski izin kerjanya 1 tahun, pihak agen toh tidak memiliki piutang terhadap dirinya. Semua telah dibayarnya lewat penghasilannya sebagai gadis peneman di karaoke.

Ia juga mengaku tidak terlalu memikirkan soal perkawinan. Karena menikah belum tentu bahagia. Yang penting baginya adalah mencari uang sebanyak-banyaknya. Dengan uang, ia bisa bahagia dan melakukan banyak hal.

Meski demikian, ia mengaku kalau ada pria Medan yang dapat membuatnya jatuh cinta dan bersedia menikahinya, ia bersedia tinggal di Kota Medan. “Cuma, belum ada yang kena,” kikihnya.

Apa rencananya di Hainan jika nanti kembali? “Kalau sudah bisa bayar utang, aku ingin buka salon lagi. Aku sendiri sebenarnya terkadang bertanya ada diri sendiri, kok bisa ya aku kerja sebagai gadis peneman di karaoke? Dulu saat punya usaha salon sendiri, rasanya masih ada harga diri meski ada utang. Tapi sekarang, rasanya kehilangan harga diri, minder, dan sebagainya. Saya harus selalu menjaga perasaan tamu, takut dia tersinggung, dan sebagainya. Sudah makan perasaan Makanya, saya ingin kembali buka salon kalau nanti kembali ke Hainan,” cetusnya.

Ditanya apakah ada niat untuk menjalani pekerjaan sebagai gadis peneman karaoke di negaranya atau di negara lain, Ling Ling kontan menggeleng. “Nggak mau lagi pekerjaan ini,” gelengnya keras-keras.

Ia mengaku belum pernah ke mana-mana di Indonesia selain Medan. Dan Medanlah kota pertama dirinya ke luar negeri. Tetapi sebelum pulang ke negaranya, ia berencana berkunjung ke Bali. “Kata teman-teman, rugi nggak ke Bali kalau sudah ada di Indonesia,” katanya sumringah. (*/Habis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s