Menyorot Pengaruh ‘Nama Besar’ DL Sitorus dalam Pemilukada Tobasa (1)

Tokoh Batak ‘Namora Jong’, Tangguh tapi Tunduk pada Ibunda

Dr Sutan Raja Darianus Lungguk Sitorus, lebih akrab disebut DL Sitorus (72), dikenal sebagai putra Batak sukses dari daerah Toba. Gelar ‘namora jong’ melekat di dirinya. Menyebut nama DL nyaris identik dengan bayangan hepeng (uang) ratusan juta bahkan miliaran. Tak heran jika ‘titahnya’ cukup diperhitungkan, termasuk dalam Pemilukada di Toba Samosir (Tobasa). Ke mana angin berhembus?

Dame Ambarita, Tobasa

Awal mulanya adalah kemenangan Drs Monang Sitorus SH MBA di Pilkada Tobasa 2005 lalu. Calon yang berpasangan dengan Mindo Tua Siagian ini menang telak atas lawan-lawannya, bahkan atas calon incumbent saat itu, Sahala Tampubolon. Kemenangan ini dipercaya berkat dukungan penuh, baik moral maupun finansial, dari tokoh konglomerat Batak, DL Sitorus.

“Saat itu, Pak DL tak hanya menyediakan uang miliaran, tetapi juga ikut terjun langsung berkampanye mendukung Pak Monang,” kata Efendy Nainggolan (47), warga kelurahan Napitupulu Bagasan, Kecamatan Balige, Tobasa, kepada METRO, akhir pekan lalu.

Uang yang mengalir jor-joran, ditengarai menjadi salahsatu faktor penentu kemenangan Monang saat itu, plus berbagai manuver DL Sitorus di belakang layar. Sumber METRO yang minta namanya jangan ditulis menyebutkan, biaya politik yang disalurkan DL Sitorus saat itu mencapai Rp42 miliar.

“Bicara di panggung, beliau (DL Sitorus) mampu berpidato 1 jam penuh dengan kosa kata yang enak didengar, santun, dengan lantunan vocal yang cukup akurat dan jelas,” ujar LM Sitorus, warga Ajibata, Tobasa.

Meski tahun yang sama (2005), DL Sitorus masuk bui dalam perkara perambahan hutan Register 40 Tapanuli Selatan oleh PT Torganda miliknya, namanya tetap berkibar sebagai ‘sang raja’. Dari balik bui pun, pria berwajah keras itu mampu mengatur seluruh perusahaannya, bahkan mampu mendirikan sebuah partai politik, yakni PPRN (Partai Peduli Rakyat Nasional). Bukti, bahwa ‘titahnya’ tetap didengar meski sang raja berada di balik bui.

Bercermin pada kemenangan pada Pemilukada Tobasa 2010 ini, orang-orang pun sejak awal sudah menggadang-gadang dukungan DL Sitorus pada ‘angginya’, Monang Sitorus, pada Pemilukada Tobasa 2010. Namun ternyata, Monang Sitorus yang ditabalkan menjadi ‘anggi’ DL Sitorus lewat sebuah pesta adat Batak, tidak didukung PPRN yang notabene adalah partainya DL Sitorus. Pada Pemilukada Tobasa 2010, PPRN justru mengusung calon lain yang juga marga Sitorus, yakni pasangan Cand DR dr FL Parluhutan Sitorus MKes (Op Birong)–Asmadi Lubis SH MKn.

Informasi dihimpun METRO, Oppu Birong dikenal sebagai sahabat dekat anak DL Sitorus, Sabar Ganda Sitorus. Mereka bersahabat saat Sabar Ganda kuliah di AS. Oppu Birong juga merupakan dokter yang bekerja di sejumlah RS milik DL Sitorus.

Pada periode pertama kepemimpinan Monang di kursi satu Tobasa, Oppu Birong sempat menjadi Kadis Kesehatan Tobasa. Namun karena ada sejumlah ketidakcocokan, Monang pun mencopot Oppu Birong dari posisinya sebagai Kadis Kesehatan Tobasa.

Sementara Asmadi Lubis MKn, awalnya adalah pengacara DL Sitorus, dalam kasus perambahan hutan Register 40.

Informasi beredar di masyarakat, persahabatan antara Oppu Birong dengan Sabar Ganda, dan juga hubungan DL Sitorus dengan Asmadi sebagai pengacaranya, membuat PPRN memilih mendukung pasangan OBAMA.

DL Sitorus sendiri mendukung siapa? Jawaban pertanyaan ini sebenarnya bisa mudah, dengan melihat siapa calon bupati yang didukung oleh PPRN, partai yang didirikan oleh DL Sitorus. Tetapi jawabannya menjadi agak rumit, karena ternyata ibunda DL Sitorus, Theresia br Panjaitan alias Op Sabar Boru Panjaitan (96), terang-terangan bersikap mesra pada calon incumbent, Monang Sitorus. Sementara semua orang juga paham, DL Sitorus sangat hormat pada ibundanya.

Dalam berbagai kesempatan, Op Sabar boru Panjaitan hadir mendampingi Monang, termasuk saat pendaftaran pasangan Monas (Monang Sitorus-Mangatas Silaen) ke KPUD, meneruskan pemberian kue pertama HUT ke-72 DL Sitorus ke Monang, bahkan mengantarkan dekke siudur-udur untuk Monang.

Sementara keluarga DL Sitorus yang lain, bahkan Nyonya DR Sutan Raja DL Sitorus boru Siagian, menjadi Penasihat Utama tim “OBAMA”.

Bagaimana sikap DL Sitorus? Dalam berbagai kesempatan, DL Sitorus memang mencoba bersikap ‘netral’. Dalam sebuah acara di Ruma Parsaktian, kawasan rumah DL Sitorus di Desa Parsambilan Kecamatan Silaen, Tobasa, Februari lalu, DL sebagai Ketua Presidium Parsadaan Pomparan Raja Nairasaon (PPRN) Se-dunia, di depan seluruh hadirin mengatakan, selaku orangtua dirinya harus berhati-hati. Ia mengatakan, semua calon-calon dari Pomparan Raja Nairasaon harus didoakan, agar Tuhan memilih siapa yang pantas dan terbaik untuk menjadi kepala daerah apakah itu menjadi bupati ataupun walikota. “Maafkan saya bila nantinya dalam menentukan pilihan hati, pilihlah yang terbersih,” kata DL.

Tentang majunya dua marga Sitorus memperebutkan kursi nomor satu Tobasa, DL Sitorus yang berulang tahun tiap 12 Maret ini berkomentar: “Molo so boi urupi hamu, ba unang ma taba hamu (kalau kalian tidak bisa membantu, janganlah menebang),” katanya.

‘Netralitas’ sang DL Sitorus, menjadi teka-teki bagi banyak warga Tobasa. Sejumlah TS balon yang ditemui METRO menjelaskan, sebenarnya status bebas bersyarat yang disandang DL Sitorus membuatnya tidak bisa terang-terangan mendukung calon bupati/wali kota. Tidak terjun dalam politik praktis adalah salahsatu persyaratan pembebasannya.

Hal senada juga disampaikan Efendy Nainggolan (47), warga Kelurahan Napitupulu Bagasan, Kecamatan Balige, Tobasa. “Dulu (tahun 2005, Red), Pak DL berhasil menggalang massa untuk mendukung Monang, dengan terjun langsung dalam kampanye. Juga dengan menggunakan uangnya. Sekarang ada perkembangan politik, yakni beliau pernah ditahan dan statusnya sekarang tak bisa lagi berpolitik praktis,” katanya.

Di samping itu, lanjutnya, kesehatan beliau tak memungkinkan lagi untuk bekerja keras seperti dulu. “Jika sekarang ini Pak DL tidak menggunakan pengaruh uang, saya yakin ke siapapun beliau menunjukkan dukungannya seandainya bisa berpolitik praktis, tidak akan terlalu mempengaruhi keputusan warga untuk memilih calon tertentu,” cetusnya.

Memang, lanjutnya, seandainya  Dl Sitorus berani bicara terang-terangan agar mendukung calon tertentu, publik bisa saja terpengaruh. Tapi pengaruhnya tetap saja karena warga berharap ada uang yang turut membayangi ucapannya itu.

“Persoalannya, meski ada balon yang mengklaim didukung oleh DL Sitorus, ternyata ibunda DL justru terlihat mesra dengan balon incumbent. Ini ‘kan seakan mengkonter dukungan DL ke balon lain! Masyarakat melihat dan berkata: nah lo….! Karena masyarakat tau, Pak DL sangat hormat pada ibunya. Itu berkali-kali disampaikan sendiri oleh Pak DL di berbagai kesempatan,” tuturnya.

Sementara kabar beredar di Tobasa menyebutkan, DL memang tidak terang-terangan mendukung calon tertentu saat ini. Tetapi ia juga tidak tutup mata. “Yang saya dengar, Pak DL ada menyediakan biaya politik untuk tiga pasangan calon bupati. Jumlah pinjamannya saya dengar bervariasi.  Ibarat judi pacuan kuda, tak hanya satu kuda yang dipegang. Jadi siapapun nanti yang menang, beliau tetap berjasa,” kata seorang warga. (Data tulisan ini dibantu Eva dan Jess)!”

11 tanggapan untuk “Menyorot Pengaruh ‘Nama Besar’ DL Sitorus dalam Pemilukada Tobasa (1)

  1. Horas !

    ” Pengalaman adalah guru terbaik “…Untuk DL Sitorus,sekian tahun di hotel prodeo kiranya cukup membuat anda sadar untuk tidak mengulangi sepak terjang anda yang tidak jujur dan mendewakan kekayaan yang Tuhan karuniakan. Nama besar dan hartamu nyatanya tidak dapat menyelamatkan anda dari tuntutan hukum.
    Semoga para penegak hukum kita tidak salah kaprah dalam memberikan kebebasan bersyarat anda,..dan kiranya Tuhan semakin mendewasakan hati dan pikiran anda. “Dimana hartamu berada disitu juga hatimu berada”…ingat siapa yang pernah berkata ini??….

  2. Ito Dame, sampaikan kepada orang Batak Toba agar jangan silau dengan hartanya DL. Tuhan jauh lebih kaya dan akan diberikan apapun kepada orang Batak. DL, emang ngasih apa? Monang kan stress selama Bupati,jangan ada lagi Bupati yang tidak bisa ngomong,tdk bisa berfikir kalau ada DL. Pak DL pun gak usahlah campuri Pilkada Tobasa.Kalau mau bangun Toba jangan hanya kalau ada tendensi. Ingat betapa kasih Tuhan yang masih mengampuni dosa mu…jangan dikira orang Batak tidak tahu itu semua.Hanya mereka2 yang melarat saja dan yang tidak tau harga diri saja dan yang bejat saja yang mau mengikuti anda. Selama anda di penjara apa ada yang bersedih??? orang datang bezook anda kan hanya mau minta belas kasihan,minta sumbangan, termasuk para Pendeta yang sesat itu.BERTOBATLAH

  3. Horas! Saya tidak memihak ataupun memburukkan Tua DL, tp menurut saya tak seorangpun dapat menghakimi dia kecuali Tuhan saja. Orang lain bisa saja menjelek jelekkan Tua DL tp sebagai Keturunan Batak saya Bangga dengan pencapaian beliau. Bravo!!!!!!!!!!! Cuma Tua DL jgn sombong dgn apa yg Tuhan titip buat Tua DL. Pakai itu utk memuliakan ” Dia”. Memberkati lebih lagi. Tak semua orang dapat peluang seperti beliau menjadi orang kaya. Lihat apa yg sudah beliau lakukan. Baik buruk itu fakta dunia. Saya doakan keluarga ini hidup mereka lebih takut akan Tuhan, bukan pada dunia.
    Jadi berkat buat persekitaran.
    God Bless.

  4. bagaimana kisah sukses DL ini bermula, tentu banyak versi yg bisa diceritakan menurut pendapatnya masing2. Kalau memang dari usaha sendiri, modal sendiri tentu layak dibanggakan….tapi melihat riwayat hukum yg mendera nya, timbul semacam kesan negatif bagaimana DL membangun usahanya…apa dia dibantu oleh org lain atau lewat usahanya sendiri..semoga menjadi bahan pemikiran..

  5. Jangan-jangan yang disangka-sangka tidak sesat, ternyata lebih sesat karena menempatkan adat di atas Debata! Yang tidak ada dosanya, boleh terlebih dahulu membuang batu pertama untuk merajam si perempuan yang berzina…… ingat siapa yang bilang begitu? Unang hamu manguhumuhumi, asa unang hona uhum hamu, ai panguhumonmuna i do siuhumhononhon tu hamu,

  6. menurut saya dia baik dlm hal perhatian pda pegawai,nya,,orng,ny tegas!,,

    sikap,ny konsisten,,berjiwa bisnis yg sukses,,

    mslh negatif atw positif.nya hnyalah no yg keberapa,,

    karna ada nya dia,mmbwt indonesia bangga dgn adanya pembangunan pabrik penghasil minyak sawit,,

    DL SITORUS SI RAJA HUTAN,,!!

  7. Yg jls DL sitorus org berjasa dlm hidupku seklipun aku ngg pernh bertatap muka langsung dengn beliu,aku pernh jd kryawannya di salah satu daerah sulbar.

  8. sy sgt bangga dgn keberadaan bpk dl sitorus yg tlh membuat ribuan org punya kehidupan yg layak baik itu karyawannya sendiri maupun masyarakat diseputarnya jd makmur,puji syukur pada Tuhan telah memilih beliau jd perpanjangan tanganNya. mau kemana manusia ini klu beliau tidak menyediakan lapangan kerja termasuk sy didalamnya, smoga cepat keluar dr hotel prodeo kami merindukan sepak terjang mu dan lihatlah orang orang yg tidak jujur bekerja masih banyak bertaburan disana.moga Tuhan memberkati keluarga ini.
    Roslina br Marpaung Tobasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s