Ribuan Ekor Ikan Nila di Uluan Mati Mendadak

Pemilik Kerambah Ibu Martianna br Manullang, terkapar melihat ikannya mati mendadak
Pemilik Kerambah Ibu Martianna br Manullang, terkapar melihat ikannya mati mendadak

* Pemilik Pingsan

 

TOBASA-METRO

Ribuan ekor ikan nila keramba Danau Toba milik empat keluarga di Dusun Huta Batu, Desa Lumban Holbung, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mati mendadak, Rabu (30/7). Akibatnya, warga ditaksir mengalami kerugian Rp50 juta.

 

Informasi dihimpun METRO dari warga setempat bermarga Butarbutar memaparkan, matinya ikan nila itu pertama kali diketahui salahseorang pemilik keramba saat hendak memberikan makanan ikan, Rabu (30/7) pagi. Si pemilik keramba pun terkejut bukan kepalang saat melihat ikan yang dipeliharanya sudah terapung di dalam kerambah. Lalu, pemilik keramba memberitahukan hal itu kepada warga dan kepala desa. Selanjutnya diteruskan kepada Camat Uluan Muara Pakpahan. 

 

Camat Uluan Muara Pakpahan kepada METRO mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung turun ke TKP. Di lokasi itu, warga terlihat mengumpulkan ikan nila ke daratan. Selanjutnya, camat mengambil sampel ikan untuk dikirimkan ke Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Tobasa untuk diteliti guna mengetahui penyebab kematiannya.

 

“Kita juga melakukan gotong royong dengan warga setempat untuk mengumpulkan ikan dan langsung menguburnya. Ini dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Camat Uluan. 

 

Dikatakan Muara Pakpahan, pihaknya sedang berupaya membantu empat keluarga petani ikan nila, dengan mengajukan usulan kerugian yang dialami agar dapat dibantu Dinas Pertanian. 

 

Kadis Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Tobasa, Ir HL Silitonga kepada METRO, Kamis (31/7), membenarkan adanya ikan nila yang mati mendadak di Kecamatan Uluan.

 

“Sampel ikan yang mati sudah diterima dan akan diteruskan untuk diperiksakan ke Dinas Perikanan Sumatera Utara di Medan. Sejauh ini kita masih menunggu dari hasil penelitian dari Medan. Namun diperkirakan biaya kerugian pemilik keramba danau sekira Rp50 juta. 

 

Hal senada diungkapkan Kabid Perikanan Tua Pangaribuan. “Kita masih menunggu hasil penelitian, apakah kematian ikan nila itu akibat terkena penyakit herves, virus, atau kena putas,” ujar Tua Pangaribuan.

 

Amatan METRO, Martianna br Manullang, salahseorang pemilik ikan keramba terlihat  danau terkapar dan jatuh pingsan di lokasi ikan yang telah dikumpulkan warga, Rabu (30/7). Martianna shock melihat ikannya yang sudah hendak dipanen mati mendadak.

 

Ikan di 15 keramba danau milik empat keluarga itu diduga mencapai 36.000 kg (36 ton) dengan taksiran total kerugian Rp50 juta. (mes)

5 tanggapan untuk “Ribuan Ekor Ikan Nila di Uluan Mati Mendadak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s