HP Bergetar, Alirkan Hawa Panas

SIANTAR-METRO

Jumat (9/5), Syawal Lubis (33), pedagang udang di Pasar Dwikora Pematangsiantar, meski tak sempat melihat warna layar handphonenya, namun getaran HP dirasakannya sangat berbeda dari biasa. Bahkan menimbulkan hawa panas.

 

Informasi awal yang diterima METRO, korban ‘telepon merah’ di Pasar Dwikora mengeluarkan darah dari mulut dan telinga. Namun setelah ditelusuri, hal itu tak terbukti. Informasi diperoleh, HP hanya bergetar dan menimbulkan hawa sangat panas.

 

Syawal, warga Jalan Kadi I Kelurahan Kampung Bantan Kecamatan Siantar Barat, Jumat (9/5) pagi sekira pukul 08.00 WIB berada di Pasar Ikan Dwikora. Sementara HP Nokia 7610 yang menggunakan sim card nomor 085296087xxx disimpan di kantung celana bagian kiri. Tiba-tiba HP berbunyi dan bergetar. Namun nada deringnya lain dari biasanya.

 

Ringtone yang saya gunakan lagu barat. Sedangkan untuk short message service (SMS) salahsatu lagu Ungu. Namun bunyi yang tadi pagi itu hanya tut..tut..tut. Dan getarannya makin lama makin kencang,” terang Syawal kepada METRO di kediamannya tadi malam sekira pukul 19.00 WIB.

 

Parahnya, selain getarannya makin kencang, HP tersebut menimbulkan hawa panas. Seketika paha kirinya terasa sangat panas. Rasa panas pun terus mengalir ke seluruh tubuh bagian kiri.

“Tapi hanya bagian kiri yang terasa panas, sebelah kanan nggak,” terangnya.

 

Merasa tak tahan dengan hawa panas yang dialirkan getaran HP-nya, ia pun berusaha mengambil HP tersebut dari kantongnya. Namun tangannya kepanasan dan tak mampu menggenggam HP tersebut seperti biasa. Ia hanya memegangnya menggunakan dua ujung jari kiri. Lalu, tanpa sempat melihat layar, HP tersebut dilemparnya. Saat teman-temannya hendak melihat HP itu, ia segera melarangnya.

 

“Pas temanku mau mengambil HP, kularang. Jangan dulu…, jangan dulu…,” kata Syawal. Ia khawatir temannya akan ikut merasakan panas.

 

“Teman-teman bilang, wajahku usai kejadian itu pucat,” ungkap Syawal yang masih terlihat lemas.

 

Meski HP telah dikeluarkan dari kantong celana, namun Syawal masih merasakan panas di tubuh bagian kiri, terutama pahanya. Akhirnya ia meminta istrinya membeli celana baru saat itu juga, dan ia segera mengganti celananya. Tak lama, Syawal dan istrinya pulang dan berobat ke Rumah Sakit (RS) Suaka Insani di Jalan Seram, serta ditangani dr Robert Maulana.

 

Hingga Jumat malam, Syawal masih terlihat lemah dan mengaku trauma. Untuk menghilangkan traumanya, ia tak mau lagi melihat HP-nya itu. “Aku nggak mau lihat HP itu sejak kejadian tadi pagi karena masih trauma. Sekarang HP itu dipegang temanku dan sudah kusuruh menjualnya,” tuturnya.

 

Syawal mengaku, sebelum kejadian itu, ia tidak percaya dengan informasi ‘telepon merah’. Namun kini ia berpesan agar warga lainnya berhati-hati dengan HP.

 

“Semalam aku dikasih tahu abangku untuk berhati-hati. Tapi aku tak mau percaya. Tadi pagi pun masih kubilang sama orang-orang bahwa hanya orang bodohlah yang mau percaya. Namun baru 20 menit aku ngomong gitu, langsung kejadian,” kenangnya.

 

Melihat kondisi Syawal yang trauma, sang ibu pun mengupa-upa anaknya itu. Kemarin sekitar pukul 15.00 WIB, diadakan upa-upa di rumah Syawal. “Untuk menyemangati Syawal yang masih trauma,” tukas ibunya.

“Kepada orang-orang supaya lebih berhati-hatilah terhadap HP-nya,” pesan Syawal yang didampingi istri dan ibunya. (nes)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s