Pengirim SMS Santet Ditangkap

Motif: Hanya Iseng

 

RIAU-METRO

Begitu SMS santet yang meresahkan warga berseliweran, Depkominfo berkoordinasi dengan para operator selular untuk mengungkap siapa sosok di baliknya. Koordinasi itu berbuah manis. Si pengirim awal SMS tersebut terdeteksi.

 

“Orangnya (pengirim awal) sudah ketemu. Sudah diamankan kepolisian Riau,” kata Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto, Selasa (13/5).

 

Siapa orang itu? “Itu kewenangan polisi untuk menjawab,” jawab Gatot.

 

Ditambahkan dia, karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat, maka si pengirim awal SMS santet itu akan diproses pidana oleh aparat yang berwenang.

 

Menurut Gatot, setelah berkoordinasi dengan para operator di Tanah Air, pihaknya segera melokalisir. Setelah itu, dilaporkan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan. “Di setiap nomor seluler kan ada local number-nya jadi bisa diketahui di daerah mana. Kick off-nya diketahui dari daerah Riau. Saat pelacakan terkendala registrasi karena tidak valid, tapi akhirnya bisa ditemukan juga,” tutur dia.

 

Apa alasan pelaku mengirimkan SMS Santet tersebut? Ternyata motif pengiriman SMS hanya iseng belaka. “Kalau motif, informasi yang kita terima karena iseng saja,” kata Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto.

 

Dengan tertangkapnya orang tersebut, maka terbukti sudah tidak benar ada SMS yang bisa menyantet orang. “Sudah terbukti sekarang, kemarin orang yang sakit setelah baca SMS bukan karena santet,” lanjut dia.

 

Menurut Gatot, si pengirim awal SMS santet itu sengaja memanfaatkan keresahan masyarakat dengan medium telepon selular. Dengan tertangkapnya orang tersebut juga mementahkan dugaan operator selular ingin menaikkan traffic.

 

“Dia menggunakan data palsu, jadi agak terkendala. Tapi operator punya alatnya (untuk melacak). Itu satu orang saja (yang melakukan),” terang Gatot.

 

Namun kabar penangkapan tersangka pengirim SMS santet ternyata belum bisa dipastikan kebenarannya. Polda Riau membantah telah mengamankan tersangkanya. Padahal seperti yang diungkapkan Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo, Gatot S Dewabroto, pengirim awal SMS yang telah meresahkan masyarakat itu telah diamankan Kepolisian Riau.

 

Namun saat dikonfirmasi, jajaran Polda Riau membantah kabar tersebut. Sebaliknya, mereka justru mendengar kabar sang tersangka ditangkap oleh Polda Kepulauan Riau (Kepri). “Itu (penangkapan pengirim SMS santet) di Polda Kepri. Pelakunya kalau tidak salah saya dengar anak SMA,” ujar Wadir Reskrim Polda Riau AKBP Luki Arliansyah di kantornya, Jl Sudirman, Pekanbaru, Selasa (13/5).

 

Informasi penting ini pun kemudian ditindaklanjuti para wartawan di Riau dengan menghubungi Polda Kepri. Namun alih-alih mendapat kepastian, Polda Kepri malah mengaku tidak tahu menahu soal penangkapan tersangka pengirim SMS santet itu. “Memang ada isu penangkapan tersangka SMS santet, tapi sampai saat ini kami belum tahu menahu. Tim yang kami bentuk untuk menangani kasus ini belum memberikan laporan resmi soal penangkapan,” ujar Kadispen Polda Kepri AKBP Anggria Lupis.

 

Saat ditanya bahwa pelaku dikabarkan masih duduk di bangku SMA, Anggria kembali mengaku tidak tahu. “Ya itu tadi, kami belum tahu apa-apa,” ujar Anggria.

 

Sementara itu, bermacam-macam dugaan mencuat mana kala SMS santet yang meresahkan muncul dan beredar. Operator telepon selular juga dituding berada di balik munculnya SMS tersebut karena alasan meningkatkan traffic. “Salahsatu operator mengeluh dapat apes dengan adanya SMS itu. Apalagi harus berkali-kali menjelaskan kepada publik dan mendapat keluhan,” kata Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto.

 

Setelah dilakukan penelusuran, SMS santet tersebut ternyata dikirim dari nomor telepon selular daerah Riau. “Awalnya dikirim dari nomor 0812. Disebut-sebut juga nomor 0866 yang dianggap milik Natrindo Telekomunikasi Selular (NTS) Axis, padahal nomor mereka kan awalnya 083,” tutur Gatot.

 

Begitu SMS santet itu beredar, Depkominfo pun menyampaikan surat kepada para operator di Tanah Air agar mengoptimalkan call center-nya. Tujuannya adalah agar isu SMS santet itu tidak berkembang liar. “Jadi tidak hanya Telkomsel saja (yang dikirimi surat),” sambung dia.

 

Gatot juga mengimbau publik agar memasukkan data yang valid manakala melakukan registrasi pelanggan telepon selular. “Warning bagi yang memasukkan data palsu, bila ketahuan maka bisa dinonaktifkan nomornya,” sambungnya.

 

Dia juga mengingatkan pihak operator agar cepat melakukan validasi. Bila lambat, maka citra operator juga yang akan jatuh.

 

Aturan registrasi pelanggan telepon selular diatur dengan Peraturan Menteri Nomor 23/Kominfo/M/10/2005 tentang Kewajiban Registrasi Pengguna Prabayar dan Pascabayar. Registrasi yang tidak dipungut biaya ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan SMS, seperti untuk tindak kriminal, adu domba, dan pencegahan terorisme. (dc)

 

2 tanggapan untuk “Pengirim SMS Santet Ditangkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s