Pakar TI: Ponsel Tak Bisa Dijadikan Media Mistik

4 Orang Pingsan Terima SMS Santet

 

JAKARTA-METRO

Sejauh ini, teknologi seluler belum dapat digunakan untuk media klenik seperti santet. Teknologi informatika dinilai cukup rumit untuk dijadikan alat mistis.

 

“Nggak bisa. Nggak nyambung. Satu logis, satu irasional,” kata anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi, Senin (12/5).

 

Oleh karenanya, masyarakat diminta tidak resah. Rumor itu hanya dilakukan orang yang ingin memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi. “Jadi kan nggak boleh menerima SMS dari nomor tertentu. Ini hanya menguntungkan satu dua orang saja,” imbuhnya.

 

Heru juga tidak menampik adanya kemungkinan bahwa SMS meresahkan itu hanya bentuk persaingan bisnis antar-operator ponsel. “Bisa saja untuk mengganjal operator baru. Kan SMS-nya nggak boleh menerima SMS dari nomor tertentu. Ini (gara-gara) persaingan yang kurang sehat,” katanya.

 

Kendati demikian, BRTI terus mengupayakan munculnya operator-operator baru di dunia seluler. Sebab, dengan makin banyaknya operator baru, harga akan turun dan konsumen yang diuntungkan.

 

Beberapa hari terakhir, masyarakat mulai diresahkan SMS santet itu. Beberapa orang yang mengaku pernah SMS tersebut mengaku seperti tersugesti. Lantas terhipnotis dan kejang-kejang seperti kesurupan.

 

4 Orang Pingsan

Sementara itu, SMS santet juga heboh di Sumatera Selatan. Di Ogan Komering Olu (OKU) Timur, 4 orang pingsan sesaat setelah membaca pesan singkat tersebut.

 

Peredaran SMS santet itu diakui Kapolres OKU Timur AKBP Yosi Hariyoso. Menurut dia, isu SMS santet sudah sangat meresahkan warga OKU Timur.

 

Berdasarkan catatan pihak kepolisian, sudah ada 4 orang yang pingsan sehabis membaca SMS santet tanpa alasan yang jelas. Namun Yosi membantah, korban pingsan karena benar-benar disantet. “Itu karena mereka tidak dilandasi kekuatan iman, sehingga dihantui perasaan was-was dan takut. Akibatnya mereka yang menerima dan membaca SMS tersebut mentalnya langsung turun dan trauma sehingga tidak sadarkan diri,” ujarnya kepada wartawan di Muaradua, OKU Timur, Minggu (11/5).

 

Untuk itu Yosi mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik bila menerima SMS semacam itu. SMS tersebut tidak benar dan tidak jelas kebenarannya. “Masyarakat kita minta untuk tidak panik dan tidak perlu berlebihan menyikapi isu SMS yang jelas tidak benar tersebut,” katanya tanpa mengungkap identitas 4 korban pingsan yang dimaksud.

 

Pengalihan Perhatian Menjelang Pemilu

Merebaknya SMS santet dimanfaatkan golongan tertentu untuk menimbulkan keresahan masyarakat. Isu yang berbau mistis umum terjadi menjelang Pemilu.

 

“Hal ini menunjukkan gejala yang sangat nyata, masyarakat Indonesia sangat percaya dengan hal-hal yang imajiner atau khayalan. Lalu karena banyak masalah di masyarakat, upaya ini sangat efektif untuk menimbulkan keresahan,” kata pengamat intelijen AC Manullang, Minggu (11/5).

 

Pria yang juga mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) ini menjelaskan, berdasarkan data intelijen, gejala-gejala ini umumnya dimunculkan kelompok yang sudah terorganisir. Dan kelompok ini senangnya menggunakan isu yang imajiner. Maklum saja, masyarakat Indonesia sangat peka dengan hal-hal yang berbau mistik.

 

“Ini persoalan masalah kepercayaan. Di sinilah isu ini dikembangkan supaya masyarakat kacau balau dan berimbas kepada terancamnya keamanan dan ketertiban di negeri ini,” imbuh dia.

 

Manullang mengimbau, hendaknya masyarakat waspada. Apalagi saat ini teknologi semakin canggih. Masyarakat dinilai belum siap menghadapi proses adaptasi. “Jadi tidak perlu ditanggapi karena itu isu yang dikembangkan masyarakat,” imbau penulis buku Menguak Tabu Intelijen: Teror, Motif dan Rezim ini.

 

Menurut Manullang, gejala-gejala mistik seperti ini tidak hanya sekali terjadi. Bahkan menjelang pemilu 2004 masyarakat digegerkan isu kolor ijo. “Ini yang harus dilakukan intelijen, sebelum terjadi dengan menangkalnya. Ada hal-hal yang mungkin timbul sebelum pemilu tapi jangan sampai terjadi,” pungkas dia.

 

Menelusuri Pembuat SMS Santet

Pesan pendek (SMS) gelap yang berisi ancaman hingga meninggal dunia (SMS santet), dapat ditelusuri ke pembuatnya. Masyarakat yang mengaku pernah menerima, dapat melapor ke pihak berwajib untuk diselidiki lebih lanjut.

 

“Kalau ada SMS meresahkan seperti ini, tinggal ditelusuri saja siapa pembuatnya. Itu bisa dilakukan, kok,” kata anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi, Senin (12/5).

 

SMS santet itu mengalami modifikasi berulang kali dan tersebar seantero Nusantara. Misalnya ada yang berbunyi, “Kalo ada telepon yang NOMOR BERWARNA MERAH jangan diangkat karena bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan diberita, terjadi di Jakarta dan Duri dan sudah terbukti. Sekarang masih diusut oleh pihak KEPOLISIAN. Dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI TELEPON GENGGAM (HP) oleh dukun ILMU HITAM / si penelepon adalah ROH GENTAYANGAN yang mencari MANGSA. Harap dimengerti dan kirim ke teman atau saudara semua. Harap saling menbantu sesama umat manusia.”

 

SMS lainnya berbunyi, “Informasi, kalau ada nomor Hp yang 0866 atau 0666 masuk berwarna merah mohon jangan diangkat karena ada virus kematian. Soalnya di Jakarta dan Pulau Bengkalis sudah ada yang meninggal gara-gara masalah ini, orang bilang lagi uji ilmu hitam sekian sekilas info.”

 

Ada juga yang berbunyi, “Usahakan besok dari pukul 9 sampai 1, jangan aktifkan hp. Karena radisi Ring In Red (infra red level tinggi, 0866) benar dapat membawa si penerima SMS tewas karena rusak saraf. Waspadai sampai WHO menyatakan aman”.

 

Meski pesan berantai itu sudah beberapa kali diteruskan (foward) oleh penerima pertama, bukan berarti tidak bisa diselidiki. Teknik untuk menelusuri itu terbilang mudah. Dan bila ketemu, polisi bisa mempidanakan pelaku. “Itu teknis saja. Ada teknologinya menelusur. Kalau ketemu, polisi bisa bertindak,” tandas Heru Sutadi.

 

Agar tak berurusan dengan polisi, ada baiknya forward SMS itu distop! (dc)

2 tanggapan untuk “Pakar TI: Ponsel Tak Bisa Dijadikan Media Mistik

  1. dengan hormat,
    pendapat saya bahwa,
    mistik dan teknologi itu berjalan seimbang. mistik mampu membonceng dimanapun dan pada apapun jika pengetahuan tentang mistik dipahami. sedikit saya jelaskan bahwa santet adalah slh satu btk mistik yg bisa berhasil dijalankan oleh pakar santet tetapi metode terlaksananya (knp bisa terjadi?) belum tentu diketahui oleh sang pelaksana santet tsb. jika di tanah jawa misalnya ada 100 orang tukang santet belum tentu ada 2 atau 3 tiga orang yg tau cara bekerjanya santet yg sudah dilakukannya.
    ki joko bodo sendiri raja santet tetapi dia hanya menebak-nebak bahwa santet terjadi karena begini dan begitu. para ahli agama mengkambinghitamkan setan atau jin kafir yg pnya kerja. sementara pakar yoga membangkitkan energi bawah sadar utk melakukannya dan ahli fisika mengatakan itu susunan ion positif-negati, dan penghayat kebatinan mengatakan tenaga pikiran, hati atau indra keenam dan lain-lain dan, lain-lain msh banyak lagi, setetes ilmu Allah diturunkan utk makhluknya baik binatang, manusia atau makhluk halus dari sejak diciptakannya langit dan bumi beserta isinya hingga detik ini hanya yang setetes itu yang dibagi-bagi untuk kita semua. namanya ilmu, rumit bagi kita blm tentu bagi yang lain demikian pula sebaliknya.
    saya pribadi tdk percaya berita santet lewat telepon, tetapi saya percaya dan yakin kalau telepon bisa jadi alat mistik. saya yakin seandainya saya bisa datang ke jaman majapahit membawa telpon maka semua rakyat majapahit akan berkata bahwa saya membawa alat mistik karena sdh karakter manusia jika jalan berpikirnya sdh tdk nyambung maka cenderung mengkambinghitamkan mistik sebagai penyebab. demikia. terimakasih.
    wassalam
    asdar

  2. Setuju…. saya pribadi berpandangan, iblis juga mampu mengikuti perkembangan teknologi. Kalau ketinggalan zaman, tentu dia sudah lama dijauhi orang dan tak akan bisa mempengaruhi umat manusia. Soal transfer santet lewat hp, apa susahnya? Wong katanya, lewat boneka saja bisa ngirim santet kok, apalagi lewat media yang ada koneksi dengan calon mangsa. Hanya saja, jangan khawatir, Tuhan sanggup melindungi umat yang percaya kepada-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s