Seputar ‘Telepon Merah’ Makan Korban

Paranormal: Devi Kerasukan 4 Roh Gaib

 

TAPTENG-METRO

Paranormal Musbir Sinaga yang menyadarkan Devi br Saruksuk (20), mahasiswi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Barus dari pingsannya saat menerima ‘telepon merah’ dari orang tak dikenal (OTK) mengatakan, sebelum tak sadarkan diri, Devi dimasuki roh gaib. Bahkan, jumlahnya mencapai empat. Kondisi Devi sendiri saat ini sudah semakin membaik.

 

Kepada METRO, Musbir Sinaga mengatakan, semula dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut. “Awalnya saya datang ke Kantor Camat Barus untuk suatu urusan. Tetapi sebelum sampai di kantor camat, saya melihat kerumunan orang di Puskesmas Barus. Saya pun mencoba mendatangi puskesmas ingin mencari tahu apa yang terjadi. Ternyata saya melihat warga memegang korban yang sedang terbaring di Puskesmas Barus dengan kondisi pingsan. Keluarga korban mengatakan, Devi pingsan setelah menerima telepon dari OTK,” cerita Musbir Sinaga.

 

Diutarakan Musbri, dirinya selanjutnya berusaha memeriksa korban dengan ilmu gaib yang dimiliknya.  “Setelah saya periksa ternyata tubuh korban telah dimasuki makhluk gaib. Saya pun mencoba berkomunikasi dengan makhluk gaib itu. Ternyata ada empat roh gaib dalam tubuh korban, tetapi mereka (makhluh gaib, red) itu bisu smeua. Saya pun menyuruh roh gaib itu pulang ke tempatnya, dan dengan seketika itu pula korban sadar,” ujar Musbir yang juga Kades Bungo Tanjung.

 

Korban Masih Trauma

Sementara itu, kondisi Devi br Saruksuk, saat ini, Jumat (9/5), sudah semakin membaik. Namun, warga Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, Tapteng ini masih trauma. Devi sendiri telah meninggalkan Puskesmas Barus, Jumat (9/5) pagi sekira pukul 08.30 WIB atas permintaan keluarganya.

 

Ibu korban M br Simanullang didampingi Asni br Simanullang, tante Devi, saat ditemui METRO, Jumat (9/5) di kediamannya di Kelurahaan Pasar Batu Gerigis mengatakan, Devi sudah dibawa pulang dari Puskesmas Barus karena sudah siuman. Namun saat ini korban masih trauma dan tidak mau mendengar cerita kejadian yang menimpa dirinya tersebut.

 

“Maaf, kami belum bisa mempertemukan bapak dengannya (Devi, red), karena sejak kejadian yang menimpa dirinya semalam, dia tidak mau cerita tentang HP. Asal ada didengarnya orang teringat HP, dia (Devi, red) langsung ketakutan, kepalanya pening, seraya menutup telinga agar tidak didengar lagi. Secara spontan dia juga akan berteriak lagi sambil mengatakan, mau datang lagi telepon itu nanti (telepon merah, red),” ujar M br Simanullang yang diamini Asni br Simanullang.

 

Lebih lanjut dikatakannya, kondisi Devi saat ini sudah siuman dan sekarang telah dibawa pulang ke rumah. Devi sendiri tinggal bersama tantenya (Asni, red) di Kelurahan Pasar Batu Gerigis Kecamatan Barus, sedangkan M br Simanullang tinggal di Kecamatan Sirandorung.

 

Masih dikatakan ibu korban, M br Simanullang, setelah siuman, Devi menceritakan, saat kejadian itu, dirinya sedang berkomunikasi dengan temannya melalui handphone (HP). Namun secara tiba-tiba masuk telepon dari OTK ke ponselnya, dan seketika itu pula layar HP nya berubah menjadi merah, sementara nomor tidak teridentifikasi (rahasia, red).

 

Kemudian, korban menerima telepon dari OTK itu dan selanjutnya terdengar suara mengerikan seperti suara horor. Setelah mendengar suara itu, gadis ini merasa ketakutan dan langsung pingsan.

 

“Setelah menceritakan kejadian itu kepada kami, dia (Devi, red) pun kembali ketakutan, dan akhirnya kami pun memutuskan agar menstop menanyakan kejadian ini kepada dia sebelum kondisinya pulih betul,” bebernya.

 

Sementara itu, Ujang Tanjung (20), salahseorang teman korban yang melihat kejadian itu kepada METRO menjelaskan, saat kejadian itu, Kamis (8/5) sekira pukul 13.30 WIB, Devi sedang berkomunikasi melalui HPnya merek Sony Ericsson tipe K200i, dengan kartu Pro XL kepada seorang temannya Jhon Efendi Purba (21) warga Kecamatan Sorkam Barat.

 

“Saya lihat korban sedang berkomunikasi dengan temannya, dengan memakai headset di telinganya. HP-nya merek Sony Ericsson tipe K200i warna casing biru kelabu di letakakan di atas meja. Sedangkan dia (Devi, red) duduk di bangku. Saat asyik berkomunikasi, tiba-tiba secara bersamaan masuk telepon dari orang tak dikenal ke ponselnya. Lalu dia pun meminta temannya agar menonaktifkan dulu ponselnya, karena ada telepon masuk,” ujar Ujang menceritakan.

 

Saat korban melihat dan menerima telepon dari OTK tersebut, seketika itu pula layar HP korban langsung berubah menjadi merah dan muncul tulisan di layar HP, nomor dirahasiakan.

 

“Dalam hitungan detik korban pun jatuh ke lantai rumah. Badannya pucat, sambil memegang kepalanya karena kesakitan, sedangkan HP nya ikut terjatuh namun tetap hidup. Sesaat kemudian korban pun pingsan. Saya bersama Hidayat (temannya, red) langsung melihat HP korban ternyata masih hidup walaupun sudah jatuh ke lantai, sementara warna layar merah, dan ada tulisan nomor dirahasiakan,” katanya.

 

“Saya sudah coba mematikan HP nya namun tetap juga tidak mau mati. Akhirnya saya dibantu beberapa teman untuk mencabut batere dan membuka kartunya, barulah HP korban mati. Setelah itu keluarga korban membawan Devi ke Puskesmas Barus. Beberapa saat kemudian petugas pun datang ke TKP dan mengamankan HP korban untuk bahan pengusutan selanjutnya,” tambah Ujang yang diamini temannya Hidayat.

 

 

Di tempat terpisah, Plh Pimpinan Puskesmas Barus Dr Surya Darma ketika dikonfirmasi atas kejadian itu, membenarkan keluarga korban membawa Devi ke Puskesmas Barus dalam keadaan tak sadarkan diri.

 

“Kita menerima korban kemarin (Kamis, red) dan langsung melakukan pemeriksaan. Setelah kita periksa, tekanan darahnya normal yaitu 110/70. Pernafasan korban juga normal. Cuma waktu kita terima korban tidak sadar. Kita memberikan pengobatan medis dengan memberikan obat dan infus. Tapi belum lagi kita berbuat banyak, pihak keluarganya meminta korban agar dibawa pulang ke rumah mereka,” pungkasnya.

 

Pantauan METRO, Jumat (9/5) di Barus menyebutkan, sejak pukul 10.00 WIB, banyak warga yang me-nonaktifkan HP-nya. Sedangkan di beberapa kios ponsel mengalami penurunan penjualan pulsa. (mas)

 

6 tanggapan untuk “Seputar ‘Telepon Merah’ Makan Korban

  1. layar merah jancok ta?
    yang bikin isu gak berkelamin………
    q besok mw bikin hP layar tancap…..pkakakakakakakakak….maknyus g tuh???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s