‘Telepon Merah’ Masuk Pasar Dwikora

HP Bergetar dan Alirkan Hawa Panas               

 

SIANTAR-METRO

Setelah Veronika Simarmata (18) menerima telepon layar merah (ring in red) Kamis malam (8/5) sekira pukul 23.00 WIB, Jumat (9/5) hal yang sama dialami Syawal Lubis (33), pedagang udang di Pasar Dwikora Kota Pematangsiantar. Meski tak sempat melihat warna layar handphone (HP)-nya, namun getaran HP dirasakannya sangat berbeda dari biasa. Bahkan menimbulkan hawa panas.

 

Informasi awal yang diterima METRO, korban ‘telepon merah’ di Pasar Dwikora  mengeluarkan darah dari mulut dan telinga. Namun setelah ditelusuri, hal itu tak benar. Yang terjadi, HP bergetar dan menimbulkan hawa sangat panas.

 

Syawal, warga Jalan Kadi I Kelurahan Kampung Bantan Kecamatan Siantar Barat, kemarin pagi sekira pukul 08.00 WIB berada di Pasar Ikan Dwikora. Sementara HP Nokia 7610 yang menggunakan sim card nomor 085296087xxx disimpan di kantung celana bagian kiri. Tiba-tiba HP berbunyi dan bergetar. Namun nada deringnya lain dari biasanya.

 

Ringtone yang saya gunakan lagu barat. Sedangkan untuk short message service (SMS) salahsatu lagu Ungu. Namun bunyi yang tadi pagi itu hanya tut..tut..tut. Dan getarannya makin lama makin kencang,” terang Syawal kepada METRO di kediamannya tadi malam sekira pukul 19.00 WIB.

 

Parahnya, selain getarannya makin kencang, HP tersebut menimbulkan hawa panas. Seketika paha kirinya terasa sangat panas. Rasa panas pun terus mengalir ke seluruh tubuh bagian kiri. “Tapi hanya bagian kiri yang terasa panas, sebelah kanan nggak,” terangnya.

 

Merasa tak tahan dengan hawa panas yang dialirkan getaran HP-nya, ia pun berusaha mengambil HP tersebut dari kantongnya. Namun tangannya kepanasan dan tak mampu menggenggam HP tersebut seperti biasa. Ia hanya memegangnya menggunakan dua ujung jari kiri. Lalu, tanpa sempat melihat layar, HP tersebut dilemparnya. Saat teman-temannya hendak melihat HP itu, ia segera melarangnya.

 

“Pas temanku mau mengambil HP, kularang. Jangan dulu…, jangan dulu…,” kata Syawal. Ia khawatir temannya akan ikut merasakan panas.

“Teman-teman bilang, wajahku usai kejadian itu pucat,” ungkap Syawal yang masih terlihat lemas.

 

Meski HP telah dikeluarkan dari kantong celana, namun Syawal masih merasakan panas di tubuh bagian kiri, terutama pahanya. Akhirnya ia meminta istrinya membeli celana baru saat itu juga, dan ia segera mengganti celananya. Tak lama, Syawal dan istrinya pulang dan berobat ke Rumah Sakit (RS) Suaka Insani di Jalan Seram, serta ditangani dr Robert Maulana.

 

Hingga tadi malam, Syawal masih terlihat lemah dan mengaku trauma. Untuk menghilangkan traumanya, ia tak mau lagi melihat HP-nya itu.

 

“Aku nggak mau lihat HP itu sejak kejadian tadi pagi karena masih trauma. Sekarang HP itu dipegang temanku dan sudah kusuruh menjualnya,” tuturnya. Syawal mengaku, sebelum kejadian itu, ia tidak percaya dengan informasi ‘telepon merah’. Namun kini ia berpesan agar warga lainnya berhati-hati dengan HP.

 

“Semalam aku dikasih tahu abangku untuk berhati-hati. Tapi aku tak mau percaya. Tadi pagi pun masih kubilang sama orang-orang bahwa hanya orang bodohlah yang mau percaya. Namun baru 20 menit aku ngomong gitu, langsung kejadian,” kenangnya.

 

Melihat kondisi Syawal yang trauma, sang ibu pun mengupa-upa anaknya itu. Kemarin sekitar pukul 15.00 WIB, diadakan upa-upa di rumah Syawal.  “Untuk menyemangati Syawal yang masih trauma,” tukas ibunya.

“Kepada orang-orang supaya lebih berhati-hatilah terhadap HP-nya,” pesan Syawal yang didampingi istri dan ibunya.

 

 

Di Tanah Jawa, Tubuh ‘Disedot’ Getaran HP

Lain lagi yang terjadi di Huta Pokan Baru Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Rumanti br Gultom (31) pingsan setelah sebelumnya bergetar saat membaca short message service (SMS) dari saudaranya di Jakarta, Jumat (9/5) sekira pukul 11.00 WIB. Setelah sadar, Rumanti mengaku tubuhnya seperti disedot oleh getaran HP-nya.

 

Rumanti yang diwawancarai METRO di kediamannya kemarin siang mengatakan, sekira pukul 11.00 WIB ia berada di teras rumahnya. Tak lama, HP Nokia 3230 miliknya berdering tanda ada SMS masuk. Ia pun membuka SMS tersebut. Ternyata berasal dari saudaranya, Sanggam yang tinggal di Jakarta. Isi SMS itu, kapan saya bisa mengaktifkan HP saya?

 

Diakui Rumanti yang yang membuka kios penjualan pulsa HP di rumahnya, sejak merebaknya informasi ‘telepon merah’, ia langsung menghubungi para pelanggan dan juga saudaranya agar hati-hati membuka HP. Juga pesan agar tidak mengaktifkan HP pada pukul 10.00 WIB. Sebab pada jam itu, HP rawan infra merah dan gangguan yang bisa menimbulkan celaka.

 

Nah, kemarin pukul 11.00 WIB ia menerima SMS dari Sanggam yang menanyakan apakah HP-nya sudah aman untuk diaktifkan. Namun sebelum semua isi SMS terbaca, tiba-tiba HP-nya bergetar. Parahnya getarannya terasa menyedot seluruh energinya. 

Ia pun lemas. Untungnya saat itu ada rekan yang menolongnya. Segera korban didudukkan ke sebuah kursi di sampingnya. Lantas HP dilepaskan dari genggaman tangan kanannya. Begitu HP tidak lagi melekat di tangan, tubuh korban pun tidak bergetar lagi.

 

Lalu korban didudukkan di lantai beralas tikar dan keluarga memanggil bidan setempat. Oleh bidan, korban diberi suntikan penambah tenaga. Saat diperiksa, tekanan darah korban normal. Hanya detak jantung agak lemah.

 

Korban mengaku, getaran HP seperti arus listrik. Mula-mula getaran masuk ke jari tangan, kemudian ke tangan kananannya. Dan getaran juga terasa hingga ujung kaki.

 

Layar Merah

Sementara itu, Ningsih br Pasaribu (23), yang tinggal di depan rumah Rumanti mengaku, Kamis (8/5) sekira pukul 22.30 WIB, terdengar nada panggilan dari HP Sony Ericson-nya. Kebetulan saat itu HP diletakkan di etalase tempat dagangannya.

 

Ketika didekati, tampak warna merah di layar HP dan muncul angka 0866 pada layar itu. 

Menyadari itu ‘nomor setan’ yang sedang ramai dibicarakan, Ningsih tak berani menyentuh HP itu. Keesokan paginya, HP tersebut langsung di-nonaktifkan.

 

Jual HP

Makin merebaknya informasi ‘telepon merah’, membuat warga Hutabayuraja ramai-ramai menonaktifkan HP. Bahkan banyak yang berencana menjual HP masing-masing dengan harga murah demi terhindar dari bahaya. Namun banyak juga yang memilih menonaktifkan HP untuk jangka waktu lama. 

 

 “Terpaksa saya beli tas khusus untuk tempat HP agar tidak menyentuh tubuh saya ketika berdering,” sebut Golang Harianja, mantan Ketua PDI Perjuangan Kecamatan Hutabayuraja.

 

Sementara itu Camat Hutabayuraja Albert R Saragi SIP MSi melalui telepon selulernya mengimbau seluruh warga tetap tenang dan jangan panik. Namun dari kasus yang menimpa Rumanti br Gultom, ia meminta warga hati-hati ketika menggunakan HP.

 

Sedangkan Kapolsekta Tanah Jawa AKP B Turnip juga mengimbau warga agar tidak panik dan resah.  “Silahkan menghubungi Polsekta Tanah Jawa melalui nomor 0622 7554225 jika ada keresahan. Kepada anggota Polmas di seluruh nagori di wilayah hukum Polsekta Tanah jawa agar bersikap pro aktif memantau dan menenangkan warga yang dilanda kepanikan,” katanya.                

                            

 

Aktifkan HP, Mahasiswi Pingsan

Di termpat terpisah, Halwani (19), mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Unudiyah di Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh Jumat (9/5) sekitar pukul 14.00 WIB pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA).  Halwani pingsan setelah mengatifkan HP-nya, dan layar HP- tersebut berwarna merah.

 Teman kos korban, Yusna mengatakan, akibat merebaknya informasi telepon layar merah beberapa hari terakhir, Halwani menonaktifkan HP-nya sejak dari pagi.

“Siang itu kami duduk bersama. Lalu Halwani masuk ke kamarnya mengambil  HP untuk mengirim SMS kepada kawannya. Namun ketika diaktifkan, layar HP menjadi merah dan ada tulisan. Ketika itu, Halwani langsung tersetrum dan mencampakkan HP ke lantai dan lari ke kamar kami,” terang Yusna.

 

Sambil gemetar, Halwani melarang kawannya memegang HP-nya. Setelah sempat berbicara beberapa menit, korban pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

 

Sejumlah warga mengaku sempat melihat layar merah di HP milik Halwani. Bahkan banyak warga mengabadikan ‘HP merah’ itu.

 

 

Di Kalbar Juga Jatuh Korban

Di Desa Kartiasa Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (8/5), Adim Prawira (61) menjadi korban ‘telepon merah’. Sempat terjadi dialog antara Adim dan penelepon.

 

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini menceritakan, Kamis pagi ia bersama istri dan kedua anaknya mengikuti persiapan pernikahan famili, tak jauh dari rumahnya.

 

Sekira 09.00, ia pulang untuk men-charge HP milik adik iparnya. Sesampainya di rumah, HP berdering dan muncul nomor 0666 dan layar HP seketika menjadi merah. Tanpa menaruh curiga, Adim mengangkatnya. Dari seberang sana terdengar suara pria.

“Ini di mana?” tanya si penelepon.

 “Ini di Kartiasa,” jawab Adim.

“Kartiasa itu di mana?” tanya di penelepon lagi.

“Kartiasa Kabupaten Sambas,” kata Adim.

Karena penasaran, gentian Adim bertanya, “Ini siapa?”

“Kamu tidak perlu tahu!” jawab pria itu kasar dan langsung menutup telepon.

Anehnya, nomor 0666 tak terekam dalam HP.

 

Saat menutup HP itulah Adim merasakan tangannya bergetar. Getaran terasa hingga ke seluruh tubuh, seperti tersengat aliran listrik. Tubuhnya seketika lunglai, tetapi ia masih sempat kembali ke rumah saudaranya.

 

Di sana, ia langsung terkulai lemas dan semua yang hadir terkejut serta berusaha menolong Adim. “Saya juga terkejut melihat suami saya lemah dan menangis terus,” ucap Endang. Entah dari mana, tiba-tiba ada seorang pria yang mengobati Adim. Dan menurut Endang, cara pengobatannya pun aneh, Adim didudukkan dengan cara bersila dan membakar kemenyan.

 

Tak lama Adim sadar, namun tubuhnya masih lemah. Kejadian ini membuat heboh masyarakat Sambas. Bahkan ada yang menyebutkan Adim dibawa ke RSUD Sambas dengan kondisi mengenaskan, telinga dan hidung mengeluarkan darah.

 

“Semua kabar itu tidak benar, dibuat-buat dan dibesar-besarkan. Buktinya saya ada di rumah dan kondisi saya sudah baik. Hanya saja tubuh saya masih lemah,” ungkap Adim.  (mag-03/(iwa/ova/ra/pnn)

3 tanggapan untuk “‘Telepon Merah’ Masuk Pasar Dwikora

  1. WAU SEREM BANGET GT SECARA G2 LHOE….??????????????? SALAM BUAT ANAK SURABAYA YANG ADA DI KALIMANTAN SANA YANG LG BEKERJA KERAS DEMI MENGHIDUPI ANAK ISTRI DI RUMAH……………!!!!!!!!!!!!!!

  2. HUH…….
    nakutin ja deh !.layar merah ni hp aku monocrom
    enak bisa warna .tapi jangn acu takuuuutttttttt……..
    ih………..layar merahhhhhhhh? cemen lhu……
    heheheheheheheh………………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s