‘Telepon Putih’ Setrum 4 Warga Sibolga

 

SIBOLGA-METRO

Setelah Kamis (8/5), mahasiswi STKIP Barus menjadi korban ‘telepon merah’, di Sibolga, ‘telepon putih’ justru menghebohkan warga dan memakan korban, Jumat (9/5) siang. Riki Tanjung (15), bersama ibunya E br Jambak (45), pedagang perabot di Pasar Sibolga Nauli, terkena setrum dan nyaris pingsan di kios mereka Jalan Patuan Anggi, setelah menerima telepon dari orang tak dikenal (OTK). Demikian pula dengan dua warga lainnya yang mencoba menolong ABG tersebut.

 

Informasi yang dihimpun METRO dari korban Riki Tanjung didampingi ibunya E br Jambak, saat kejadian itu, Jumat (9/5) sekira pukul 14.30 WIB, dirinya dan ibunya sedang duduk di dalam kios Ceria Baru milik orangtuanya tersebut sambil menunggu pembeli.

 

Tiba-tiba HP Nokia tipe N 70 Riki yang layarnya berwarna warni dan berlatar belakang fotonya, berbunyi menandakan ada telepon masuk. Namun, nomor si penelepon tersebut tidak terlihat. Seketika itu pula layar handphone (HP) berubah menjadi warna putih.

 

Saat hendak diangkat, Riki kesetrum dan langsung melempar HP-nya ke atas meja, tanpa sempat mendengar suara dari orang yang meneleponnya. Bahkan, saking terkejutnya, warga Jalan Enam Sibolga Sambas itu sempat linglung dan nyaris pingsan.

 

“Saat hendak mengangkat telepon yang datang, saya kesetrum. Rasanya seperti kesetrum listrik. Dan ibu saya yang berada di samping saya juga terkena setrum. Padahal ibu saya tidak sempat pegang HP. Saya langsung melempar HP ke atas meja,” kata Riki menceritakan.

 

Anehnya lagi, HP yang dilemparkan di atas meja tersebut, tidak bisa dimatikan. Dua pedagang tetangga Riki, yakni Ujang dan Ardi Nainggolan, mengambil inisiatif untuk mencabut baterai. Namun, HP Riki tetap bergetar. “Untunglah berselang beberap menit kemudian HP barulah mati,” tutur Riki.

 

Sementara itu, Ujang menambahkan, dirinya sempat terkena setrum saat memegang HP Riki. “Sumpah demi Tuhan, sesudah saya mematikan HP Riki bersama Ardi Nainggolan dengan mencabut baterai, HP-nya masih tetap bergetar, dan saya juga sempat kesetrum. Sedangkan Riki tampak linglung dan pucat pasi, bahkan hampir pingsan. Sementara ibunya minta tolong supaya HP Riki dimatikan,” jelas Ujang yang diamini Ardi Nainggolan.

 

Saat METRO hendak menghidupkan HP Riki yang sudah mati dan sempat disimpan di dalam kantong plastik warna hitam, Riki dan ibunya takut karena masih trauma. Sementara sejumlah warga yang datang ke kios korban, sempat berhamburan ke luar kios. Akan tetapi setelah HP dihidupkan, layar HP Riki normal kembali. Ketika dicek nomor tak terjawab di dalam HP korban, tidak tampak nomor yang mencurigakan.

 

 

Warga Takut Aktifkan HP

Sementara itu, warga Sibolga sempat heboh dan menonaktifkan HP mereka atas adanya informasi telepon layar merah yang disebut-sebut bisa menyebabkan kematian. Demikian juga di sejumlah kantor kelurahan di Kota Sibolga, Jumat (9/5).

Di mana pada saat jam istirahat menjelang Salat Jumat, para pegawai negeri sipil (PNS) membicarakan telepon layar merah. Bahkan sejumlah pegawai mengaku takut dan menonaktifkan HP miliknya, khususnya dari pukul 09.00 sampai pukul 13.00 WIB.

 

“Saya mematikan HP karena saya dapat SMS peringatan dari teman yang dapat saya percaya tentang telepon layer merah, Kamis (8/5) sore kemarin, ditambah omongan dari teman kerja yang membenarkan isi SMS tersebut. Dari pada saya mati sia-sia, lebih baik HP dimatikan,” ujar S Simanjuntak, salahseorang pegawai kelurahan di Kota Sibolga saat ditemui di kantornya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, karena menduga SMS tersebut benar dan juga untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Simanjuntak mengirimkan SMS tersebut kepada kerabat dan teman sekerjanya yang belum mengetahui hal itu.

 

Adapun isi Short Message Service (SMS) yang beredar menyebutkan, “Usahakan besok dari pukul 09.00WIB sampai pukul 13.00WIB siang jangan aktifkan HP, karena radiasi RING IN RED (infra merah level tinggi = 0866, dapat membuat si penerima tewas dan merusak saraf) yang sudah melanda dunia. Dijadwalkan beredar pada jam di atas. Waspadai sampai WHO menyatakan aman.” (mag-2)

Satu tanggapan untuk “‘Telepon Putih’ Setrum 4 Warga Sibolga

  1. Mari kita tetap berserah diri dan percaya akan kebesaran Tuhan YMK , agar terhindar dari hal-hal yg tak masuk logika ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s