Drama Empat Babak

 

BABAK I:

Aku memohon: ”Tolonglah Pak!”

 

”Kamu kerjakan saja sendiri!

Jangan harapkan orang lain

Jangan harapkan bantuan apapun!”

 

Aku menangis di balik jendela

”Tolong jangan bilang siapa-siapa ya,” pintaku pada dinding.

 

BABAK II:

”Kamu pikir kamu hebat?!”

Telunjuknya diarahkan ke wajahku

 

Aku tertegun

Tenggorokanku terasa sakit

 

BABAK III:

”Buktikan kehebatanmu padaku!”

Bentaknya dari jauh

Lewat perantara

”Kau telah menggunakan milikku

Kini, kembalikan hasilnya padaku!”

 

Aku menatap tak percaya

Bahuku goyang

Aku menggeleng, menolak menangis

 

BABAK IV:

”Karya apa itu???

Lenyapkan karya-karya itu dari hadapanku!

Jangan seperti orang onani!”

Ejeknya lewat  dering telepon

 

Aku membisu

Jiwaku mati rasa

 

TAMAT!

 

Aku menengadah ke langit

”Tuhan….” aku merintih

”Kau di mana?

Peluklah aku

Aku benar-benar butuh bahu-Mu!”

 

Siantar, Mei 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s