Pagelaran Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR (1)

Penonton Membludak, Peserta Tampil Cantik, Glamour, Modis, dan Keren

Malam Minggu (5/4), Pujasera Siantar Hotel penuh dengan gadis-gadis cantik, seksi, dan glamour, juga pemuda-pemuda ganteng, serta ibu-ibu berkebaya yang modis-modis. Para penonton membludak. Sebanyak 400-an lebih kursi yang disediakan tak mampu menampung penonton. Kursi ditambah. Itupun tidak cukup, hingga sebagian penonton terpaksa berdiri berjejal-jejal. Pemandangan itulah yang terlihat pada Pagelaran Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR.

 

Dame Ambarita, Siantar

 

Sabtu sore sekira pukul 15.00 WIB, hujan mengguyur Kota Pematangsiantar. Panitia Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR sempat rada cemas. Pasalnya, final Lomba Fashion Show yang digelar di Pujasera Siantar Hotel yang direncanakan mulai pukul 18.30 WIB, berada di ruang semi terbuka. Artinya, jika hujan terus berlanjut hingga malam, tempias dan suara hujan bisa mengganggu acara. Juga para peserta dan penonton, terhalang datang ke lokasi.

 

Syukurlah, hujan hanya mengguyur sekira 1 jam 30 menit. Dan cuaca kembali cerah sejak pukul 16.30 sampai acara lomba selesai. Thanks God!

 

Sesuai instruksi panitia, sebagian peserta sudah hadir di lokasi pukul 18.00 WIB. Dan terus berdatangan hingga pukul 19.30. Keterlambatan peserta ini sekaligus memolorkan acara satu jam dari jadwal. Pasalnya, panitia merasa tak enak memulai acara jika peserta belum lengkap. Sementara itu, lokasi acara sudah dipenuhi penonton. Sebagian bahkan harus berdiri karena tak kebagian kursi.

 

Tim Juri sendiri, yakni Mindo Beauty Indriani Napitupulu (Ketua), alumnus Sekolah Juri di Jakarta tahun 2002 lalu yang juga seorang Master Trainer, serta dua anggota juri, yakni Ika Pitarawesti Harahap, Manager di Siantar Hotel, dan Drs Gunawan Purba, Kakan Pariwisata Siantar, hadir sekira pukul 19.15 WIB. Ketiga juri tampak berwibawa dan mantap duduk di kursi juri.

 

Pukul 19.30 WIB lebih sedikit, acara dimulai dengan Master of Ceremony, Fawzy. Usai ucapan selamat datang dari MC, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari METRO SIANTAR diwakili Bambang, disusul sambutan dari Ny Imal Raya Harahap br Manik (Nyonya Plt Wali Kota Siantar), sekaligus membuka acara.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi dari siswa-siswi SMK Bintang Timur Kota Pematangsiantar, yang menampilkan fashion show karya anak-anak siswi, berupa pakaian dari bahan-bahan nontekstil, seperti daun, kertas koran, plastik, dll. Penampilan para siswi SMK Bintang Timur ini sukses memeriahkan suasana, apalagi para modelnya adalah siswi-siswi SMK sendiri, yang tampak pede dan luwes berjalan di atas catwalk.

 

Pukul 20.00 WIB, acara inti pun dimulai. Atraksi parade fashion show dimulai dari peserta Kategori Ibu-ibu. Total jumlah peserta ibu-ibu yang mendaftar mencapai 19 orang. Tapi pada saat final, ada 4 peserta yang absen. Alhasil, yang ikut lomba hanya 15 orang. Nama-nama mereka (sesuai nomor undian) yakni Irma Batubara, Iri Yanti, Intan Rosmaida, Herlina Sirait, Danke Br Rajagukguk, Suzanna Girsang, Maryati Situmorang, Mutia Siregar, Monica Simarmata, Lisriani Marpaung, Dianti Risnauli, Diana Batubara, Endang Setiawati Efendi, Sri Hayati, dan Yusni Marpaung. Sementara 4 peserta yang absen yakni Erni Kirana, Melva, May Solfyn Purba, dan Sartina.

 

Lagu keroncong Bengawan Solo mengiringi parade ibu-ibu, yang melangkah anggun dan slow bak pengantin. Sambutan meriah dari penonton, khususnya dari supporter para peserta, membahana mengiringi langkah jagoannya. 15 peserta parade dalam dua baris. Sayang, tak semua pede melangkah sambil menari, seperti sebelumnya diarahkan pengarah gaya, Syawal, saat gladi resik. Sebagian besar hanya berjalan anggun tanpa menari, hanya satu dua orang yang pede parade sambil melakukan gerakan tari. Begitupun, teriakan dan tepuk tangan tetap mengiringi parade fashion ibu-ibu.

 

Usai pertunjukan keroncong, sambutan heboh langsung menyeruak dari penonton, begitu parade peserta Remaja Putri berpasangan dengan Remaja Putra, tampil ke atas catwalk. Lagu menghentak dari Dewi-Dewi berjudul Dokter Cinta, mengiringi derap langkah para peserta. Di sini, seluruh penonton dan sponsor acara, terkesima menyaksikan penampilan para peserta, khususnya peserta putri, yang tampil cantik-cantik, seksi, dan glamor. Gaun-gaun berwarna cerah, modis, dan  mewah, bertebaran di atas catwalk. Ada yang seksi habis, ada yang anggun, ada yang glamour, meski satu-dua ada yang memilih tampil dengan gaun yang khas remaja.

 

”Kalau aku juri, aku pasti sudah bingung menentukan pemenang,” celetuk seorang penonton.

 

Peserta cowok tak kalah keren, tampil dengan busana pilihan masing-masing. Ada yang mengenakan jas, ada yang mengenakan kemeja dipadu dasi, ada yang dipadu syal, dan sebagainya.  

 

Namun kecantikan para peserta saat parade tak bisa dinikmati penonton sampai puas. Pasalnya langkah peserta saat parade masuk tempo cepat. Apalagi jumlah peserta putri yang terdaftar mencapai 69 orang (minus 10 peserta). Para peserta putri (nomor 1-69), yakni Rina Suciana, Metalia Ambarita, Wulansari, Sarah Oktaria Damanik, Citra Anastasya, Gafrina Megawati, Ruth Teresia Aritonang, Damayanti Napitupulu, Desti Advrina Marpaung, Jeni Veronika Simanjuntak, Nur Agustin Tampubolon, Radhiatun Adawiyah, Shinta, Maisahlina Silalahi, Suhartini, Bedseba Angellina Sinaga, Fitri Enjelina, Windy Tiolina Sitanggang, Herfinawati Sidabutar, Irma Fetriani, Septia Wijayanti, Sarah M Tampubolon, Thesalonika Sinaga, Juliana P Silitonga, Nur Cahaya, Faridah Hanum, Dewi Syafriana Sinaga, Stevani M Hutabarat, Roma Sari Siahaan, Santika Sidabutar, Lily Dwi Evrima, Lulu Riski Simamora, Herlida Rajagukguk, Duma Purba, Hotma Nababan, Eka Purnasari, Netti Hermawati, Rusantika Sinaga, Septi Sd Siahaan, Nipujiana Bancin, Elia Astri Sabana Aritonang, Endang Manalu, Ria Hartati, Tifani Ferdian, Agustin Windasari, Icha Voviarti Purba, Vivi S, Imelia Lestari Lubis, Vina Purba, Kartika Suci L Parhusip, Merine Septiany, Santi Hasibuan, Surya Efrida Tambunan, Rokaya Manurung, Maria Magdalena, Jamilah SPd, Diana Oktavia Siallagan, Aisyah Chairani, Gesmi Anita Sitanggang, Ayu Anastasya, Neva Ghona Pasaribu, Mustika Surya Rumapea, Ririn Siagian, Dina Riani Purba, Marlina Malau, Selti Hotmaria Nainggolan, Meiliani, Elima Ghona Pasaribu, dan Rahimah Rahim.

 

Adapun 10 peserta Remaja Putri yang tidak hadir, yakni Citra Anastasya, Damayanti Napitupulu, Stevani M Hutabarat, Hotma Nababan, Vivi S, Imelia Lestari Lubis, Santi Hasibuan, Mustika Surya Rumapea, Meiliani, dan Rahimah Rachim.

 

Jumlah peserta Remaja Putra yang hanya 32 orang, memaksa setengah dari peserta Remaja Putri berpasangan dengan sesama cewek, saat parade. Adapun nama-nama peserta putra (1-32), yakni Arief Darmawan, Hermadi Santoso, Romi Dicky Purba, Frandthoding Damanik, Canro Altra Padang, Peri Emil Siallagan, Ronal Panjaitan, Joe, Frengki Roy Simamora, M. Siddik, Jamal Hansen Damanik, Priandi Damanik, Martin Roy, Juwel Tri Paulus, Nyoki Ino Ramadhan, Nanda Perdana Batubara, Indra Setiawan, Boydo Ravij Evan Hutagalung, Eduward Napitupulu, Nico Manik, Yepri Marudut Sihombing, Hartama Purba, Willy N, Awal Hadinata, Ansari, Anugrah Ragel Siahaan, Erwin Wandaris, Iwan Hendrik Simbolon, Hardiyan Pratama, Edo Bastian Simanjuntak, Barnabas Jon Tuah Purba, dan Ricky Willyansyah.

 

Ada 4 peserta putra yang tidak hadir, yakni Canro Altra Padang, Ronal Panjaitan, Juwel Tri Paulus, dan Ansari.

 

Usai parade, tahap berikutnya masuk penilaian juri. Kembali peserta Kategori Ibu-ibu tampil dua orang sekali tampil, masih diiringi musik keroncong. Kali ini, penonton boleh memandang peserta puas-puas. Soalnya, waktu dan ruang yang diberikan untuk peserta lebih longgar. Tahap ini, Tim Juri pun tampak serius. Bahkan Ketua Dewan Juri, Mindo Napitupulu yang malam itu tampil cantik dan anggun, sampai merasa perlu mengenakan kacamatanya, agar lebih jelas menilai penampilan peserta.

 

Umumnya, peserta tampil anggun dengan kebaya berwarna cerah, merah, kuning keemasan, merah jambu, dan sebagainya. Ada yang pede melakukan gerak tari, ada yang memanfaatkan kipas, dan sebagainya.

 

Berikutnya, peserta Remaja Putri tampil ke atas catwalk, dua orang sekali tampil. Sesuai petunjuk yang disampaikan pengarah gaya saat GR, peserta diwajibkan berjalan ke sini, berhenti di sini, berputar di sana, melangkah ke sini, dan sebagainya. Semua petunjuk dipatuhi para peserta. Hanya saja, tak semua peserta kompak dengan pasangannya saat bergaya di panggung. Ada yang terlalu cepat melangkah, hingga meninggalkan temannya. Ada yang terlalu lambat atau terlalu banyak berputar dan berhenti, hingga ditinggalkan temannya, dan sebagainya.

 

Tetapi secara umum, peserta Remaja Putri tampil cantik, percaya diri, glamour, mewah, dan keren. Ada yang tampak anggun dengan gaun panjang hingga ke lantai, ada yang seksi dengan menampakkan kaki dan paha dibalut stoking, ada yang menampilkan bahu yang cukup terbuka, dan sebagainya. Pada tahap ini, teriakan riuh penonton kerap membahana. Penonton berdesak-desak, ingin menyaksikan lebih dekat penampilan para peserta. Ada yang maju ke depan hingga menutupi penonton yang duduk di kursi. Kamera dijepretkan di sana sini. Hanya Dewan Juri yang tampak serius menilai.

 

Beberapa peserta tampil sangat cantik dan sangat pede. Beberapa panitia yang terpusat di sayap kiri panggung, berlomba menjagokan peserta yang diyakininya memang. ”Aku pilih yang baju merah. Lihat gaunnya jatuh pas di lekukan tubuhnya. Lihat juga gayanya, pede abis. Bahunya tegak. Aku yakin, dia berpeluang masuk daftar pemenang,” kata seorang anggota panitia.

 

Panitia yang lain ikut menjagokan peserta yang menurut penilaiannya berpeluang menang. ”Kita tengok saja nanti keputusan juri,” kata panitia lainnya. 

 

Giliran peserta Remaja Putra tampil di red carpet untuk dinilai juri, juga tak kalah menghebohkan dari peserta Remaja Putri. Dari yang pede membuka dan menutup jasnya sambil berjalan, pakai syal, pakai dasi, pakai baju berkilat-kilat, dan sebagainya.

 

Fashion Show yang diikuti 120 peserta (minus yang absen), berhasil memukau ratusan penonton yang hadir. Beberapa tingkah peserta yang unik, terkadang memancing gelak tawa dan teriakan huuuu… dari penonton. Tapi seluruh penonton, panitia, sponsor, bahkan juri, sangat terhibur dengan seluruh penampilan peserta, yang sungguh memukau.

”Aku yakin, juri bingung memutuskan pemenang,” kata seorang panitia lainnya. (selanjutnya, ikuti catatan seputar menit-menit alot yang dihabiskan tim juri memutuskan siap pemenang Lomba Fashion Show).

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s