Menyimak Lenggok-lenggok Peserta Lomba Fashion Show Saat Gladi Resik

Ibu-ibu Manis Menari Diiringi Keroncong, Remaja Tampil Berderap

 

Ternyata, ibu-ibu di Kota Siantar tak kalah luwes dengan para remaja putra dan putri, saat berjalan di atas catwalk. Buktinya, saat gladi resik acara Lomba Fashion Show yang digelar Harian METRO SIANTAR di Pujasera Siantar Hotel, 4 April 2008, peserta ibu-ibu tampil manis berlenggak-lenggok diiringi irama keroncong, di bawah bimbingan dari pengarah gaya, Syawal. Sementara kaum remaja berderap dengan musik menghentak. Hurray!!

 

Dame Ambarita, Siantar

 

Menonton acara GR peserta Lomba Fashion Show, Jumat sore kemarin, cukup berhasil membuat beberapa pengunjung yang hadir terpukau dan terhibur. Betapa tidak, latihan parade fashion show diiringi musik keroncong untuk ibu-ibu, dan musik menghentak untuk remaja putra/putri, tak terasa membuat kita ikut bergoyang. Bahkan beberapa yang hadir mengaku, jadi muncul keinginan untuk ikut menjadi salahsatu peserta.

 

Awalnya, peserta kategori ibu-ibu yang latihan parade, diiringi musik keroncong. Di bawah panduan pengarah gaya, Syawal, ibu-ibu diajari cara berjalan di atas catwalk, dengan sedikit melakukan gerakan tari. Pada latihan pertama, hanya beberapa peserta yang tampil pede berjalan sambil menari. Kebanyakan hanya latihan berjalan dari titik awal ke titik akhir. Bahkan ada yang berjalan dengan gaya lurus.

 

Barulah setelah agar menguasai ’panggung’, peserta lebih santai dan mulai berani menari. Bahkan, ada peserta yang tampak sangat menikmati berjalan sambil menari tadi. Tangannya tampak lentur menari mengikuti musik.

 

”Kenapa Kategori Bapak-bapak tak diikutkan lomba, kami ’kan mau juga?” tanya seorang bapak-bapak kepada panitia, saat menonton kaum ibu berjalan sambil menari. Tak jelas, si bapak serius atau tidak.

 

Sekitar 30 menit latihan untuk kaum ibu, berikutnya latihan untuk peserta remaja. Musik menghentak langsung menyambar. Dua baris sekali jalan, sebaris cewek sebaris cowok. Di sini, latihan pertama agak kacau. Pasalnya, dengan musik berderap menghentak, barisan cewek berjalan terlalu cepat, membuat barisan cowok tertinggal beberapa meter. Apalagi, barisan cowok harus berputar di sisi yang lebih lebar, membuat jarak semakin besar. Latihan ini membuat Syawal, si pengarah gaya, terpaksa mengulang instruksinya.

 

”Oke, latihan kembali diulang,” kata Syawal.

 

”Wah, kok kacau nih,” kata Ruth, seorang peserta remaja putri, yang barisannya berjalan terlalu cepat, dan jarak antar peserta tidak teratur.

 

Beberapa kali latihan berhasil membuat barisan lebih teratur, meski tempo berjalan para peserta tetap agak keteter. Tapi untuk sementara,  pengarah gaya menganggap, latihan sudah cukup.

 

Berikutnya, latihan untuk tahap penilaian. Di sini, peserta disuruh tampil sekaligus dua orang. Cara berjalannya lebih rumit, berputar di sana, berputar di sini, berhenti di sana, berhenti di sini, wah… pokoknya agak rumit. Namun si pengarah gaya, Syawal, dibantu temannya yang bakal jadi MC, tampak luwes saja berjalan. Bahkan Syawal, yang memang sudah berpengalaman di bidang fashion/modelling, tampak sangat menguasai panggung. Gerak tubuhnya sangat lentur dan luwes.

 

Cara berjalan yang berputar di sini, berhenti di sana, dan seterusnya, berlaku untuk peserta ketiga kategori. Karenanya, seluruh peserta diminta benar-benar memperhatikan di mana titik memberi hormat, titik berputar, titik berhenti, dan sebagainya.

 

Hanya sayang, karena persoalan teknis, musik yang mengiringi latihan untuk peserta putra dan putri masih pengganti, dan bukan musik yang akan mengiringi saat Lomba Fashion Show, yang digelar Sabtu malam ini. 

 

Latihan berlangsung cukup heboh. Penonton ikut bergoyang. Meski ada beberapa peserta yang terlambat, namun tak mengurangi kelancaran seluruh latihan. Bahkan, sejumlah peserta siswa SMK swasta yang terlambat latihan karena harus mengikuti ujian dulu di sekolahnya, tetap dilayani Syawal untuk dilatih. Uniknya, para siswa SMK ini tampak sudah familiar dengan dunia catwalk. Buktinya, cara berjalan yang mereka pertunjukkan sudah luwes. Tak perlu heran, soalnya mereka merupakan peserta fashion show yang digelar SMK Bintang Timur belum lama ini. Mereka juga akan memberikan atraksi fashion karya mereka sendiri, di tengah lomba yang rencananya akan digelar malam ini.

 

Adapun kriteria yang dinilai oleh dewan juri dalam lomba ini meliputi keserasian berbusana, keluwesan berjalan di atas catwalk, dan perpaduan aksesoris. Peserta ibu-ibu wajib mengenakan kebaya, remaja putri mengenakan gaun pesta malam, remaja putra mengenakan busana pesta malam.

 

Untuk kategori ibu-ibu, karena peserta yang mendaftar di bawah quorum yang ditetapkan panitia, yakni minimal 25 peserta, maka hadiah untuk para juara tidak seperti yang dijanjikan semula, yakni Juara 1 Rp1 juta ditambah paket kosmetik, Juara II Rp750 ribu ditambah paket kosmetik, Juara III Rp500 ribu ditambah paket kosmetik, dan 3 Juara Harapan masing-masing Rp250 ribu ditambah paket kosmetik.

 

Hadiah untuk Ibu-ibu diganti berupa piala, piagam, uang Rp750.000 ditambah handphone untuk juara I; piala, piagam, dan uang Rp500.000 ditambah handphone untuk juara II; piala, piagam, uang Rp250.000 ditambah DVD untuk juara III. Selanjutnya untuk 3 Juara Harapan mendapat produk berupa rice cooker, dispenser, dan hair dryer.

 

Sementara untuk peserta Remaja Putra dan Putri, karena jumlah peserta memenuhi quorum, yakni 69 Putri dan 32 Putra, hadiah yang dijanjikan tetap seperti semula, yakni Juara 1 Rp1 juta ditambah paket kosmetik, Juara II Rp750 ribu ditambah paket kosmetik, Juara III Rp500 ribu ditambah paket kosmetik, dan 3 Juara Harapan masing-masing Rp250 ribu ditambah paket kosmetik. Hanya saja untuk peserta putra tidak termasuk paket kosmetik. Hadiah untuk juara masih ditambah lagi dengan piala dan piagam penghargaan.

 

Ketua Dewan Juri, Mindo Beauty Indriani Napitupulu, didampingi anggota, Ika Pitarawesti Harahap, kembali mengingatkan seluruh peserta agar maksimal berupaya untuk menang. “Juri ingin penilaian objektif, dan tidak ada KKN (kolusi, korupsi, nepotisme). Belakangan ini, saya menerima beberapa SMS dan telepon. Untuk itu, kembali saya mengingatkan, juri akan menilai berdasarkan kemampuan peserta. Bukan karena KKN,” tegasnya diaminkan oleh Ika. (*)

 

 

 

 

4 tanggapan untuk “Menyimak Lenggok-lenggok Peserta Lomba Fashion Show Saat Gladi Resik

  1. saya mngikuti lomba fashion IM3 pada hari minggu ini….saya mngirim coment ini agar saya di beri solusi dan cara untuk mmenangkan lomba ini.. krena ini adlah saat2 yg di nntikan oleh saya untk meraih mimpi saya saat ini,,, semoga apa yg saya dambakan slama ini mnjadi kenyataan

    1. Yang pasti, gaun yang digunakan sesuai tema yang ditentukan panitia, ada keharmonisan gaun dengan aksesoris yang dikenakan, berjalan dengan percaya diri tapi luwes. Jangan kaku. Dan tersenyumlah, tapi bukan tertawa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s