Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (4/Habis)

Pria Medan Kejam, Suka Pura-pura tak Kenal’ Mengaku uang yang diperolehnya selama di Medan tak sebanyak yang diharapkan, Ling Ling berencana kembali ke negaranya bulan depan. Apalagi, ia merasa Kota Medan kurang menyenangkan. Prianya kejam, suka pura-pura tak kenal saat ketemu di jalan.   Laporan: Dame & Maria   Dua bulan tinggal di Kota Medan,… Lanjutkan membaca Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (4/Habis)

Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (3)

Menolak Disebut PSK, Hanya ‘Peneman’ Tak seperti stereotip gadis-gadis karaoke yang terkesan ‘bisa dipakai’ untuk tarif tertentu, Ling Ling menolak disebut PSK (pekerja seks komersial). Menurutnya, mereka hanya ‘gadis peneman’. Tanpa cinta, mereka tak ingin memberi layanan seks. Laporan: Dame & Maria “No, no….!” tolaknya dengan ekspresi ngeri, saat ditanya apakah dia menerima sebutan sebagai… Lanjutkan membaca Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (3)

Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (2)

Sistem Bagi Hasil, Berharap Tip Tamu   Saban memesan gadis ‘impor’ untuk teman nyanyi di ruang karaoke, setiap tamu dibandrol tarif Rp600 ribu. Dari nominal itu, si gadis hanya menerima imbalan tak sampai 45 %, persisnya hanya Rp250 ribu. Karena kurang memadai, cewek-cewek itu banyak berharap pada keroyalan tamu memberi tip.     Laporan: Dame… Lanjutkan membaca Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (2)

Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (1)

Biaya Didahulukan Agen, Dihitung Utang Kehadiran cewek ‘peneman’ impor di lokasi hiburan malam Kota Medan, terorganisir lewat agen. Seluruh biaya sejak berangkat dari negaranya sampai biaya hidup di Indonesia, didahulukan agen. Pembayaran dipotong dari penghasilan. Laporan: Dame & Maria Mencari akses untuk wawancara langsung dengan cewek-cewek cantik impor di dunia gemerlap malam Kota Medan, sebenarnya… Lanjutkan membaca Menilik Geliat Gadis Malam Impor di Kota Medan (1)

Orang Majus Tidak Berkunjung ke Kandang Domba

Dalam sejumlah drama Natal, lukisan-lukisan, dan di buku-buku cerita Alkitab untuk anak-anak, sering digambarkan bahwa orang-orang Majus mengunjungi bayi Yesus di kandang tempat Yesus dilahirkan, bersama-sama dengan para gembala. Itu salah. Yang benar, mereka mengunjungi Yesus tidak bersamaan dengan para gembala. Melainkan setelah Yesus berumur beberapa hari, beberapa minggu, atau bahkan bulan setelah dilahirkan. Kecil… Lanjutkan membaca Orang Majus Tidak Berkunjung ke Kandang Domba

Menyorot Pengaruh ‘Nama Besar’ DL Sitorus dalam Pemilukada Tobasa (1)

Tokoh Batak ‘Namora Jong’, Tangguh tapi Tunduk pada Ibunda Dr Sutan Raja Darianus Lungguk Sitorus, lebih akrab disebut DL Sitorus (72), dikenal sebagai putra Batak sukses dari daerah Toba. Gelar ‘namora jong’ melekat di dirinya. Menyebut nama DL nyaris identik dengan bayangan hepeng (uang) ratusan juta bahkan miliaran. Tak heran jika ‘titahnya’ cukup diperhitungkan, termasuk… Lanjutkan membaca Menyorot Pengaruh ‘Nama Besar’ DL Sitorus dalam Pemilukada Tobasa (1)