Dameambarita’s Weblog

Entries categorized as ‘Siantar Man’

Pagelaran Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR (3/Habis)

26 April 2008 · Tidak ada Komentar

Juri: Ada yang Cantik tapi Tak Senyum, ya Nilainya Kurang 

Ada peserta yang menurut penonton cantik, eh hanya masuk 15 besar tapi gagal masuk 6 besar. Ada yang tak dijagokan penonton, justru masuk 6 besar. Bagaimana ketiga juri Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR, yakni Mindo Beauty Indriani Napitupulu (Ketua), Ika Pitarawesti Harahap, dan Drs Gunawan Purba memberi nilai?

Dame Ambarita, Siantar

 

Nama-nama para juara sudah diumumkan langsung pada malam final, Sabtu (5/4) malam. Yang kalah sedikit banyak pasti kecewa. Hanya saja yang namanya lomba, memang harus ada yang menang ada yang kalah. _________________________________________________________________________________Nah, mungkin ada yang bertanya-tanya, apa saja pertimbangan juri dalam memilih juara Lomba Fashion Show, malam Minggu kemarin!  

 

Ketua Tim Juri, Mindo Beauty Indriani Napitupulu, saat diwawancarai METRO, Selasa (8/4), mengatakan, saat memilih para juara, Tim Juri sempat merasa pusing dan bingung. Pasalnya, semua peserta cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Hampir semua peserta tampil modis.

 

”Namun ada satu faktor yang sangat membantu juri memutuskan juara. Yakni adanya kesamaan-kesamaan penilaian di antara kami bertiga. Peserta yang mendapat nilai tinggi dari saya, ternyata juga mendapat nilai yang tinggi dari dua juri lainnya, yakni Bu Ika dan Pak Gunawan. Tinggal lagi sebagai ketua juri, saya harus mencari celahnya, agar juri tidak salah pilih,” katanya.

 

Mindo yang pada malam final tampil anggun mengenakan kebaya hijau pupus menegaskan, juri ternyata membutuhkan waktu lebih dari satu jam memutuskan juara, karena takut salah memilih. Katanya, juri bahkan sempat berpikir untuk menyuruh peserta sekali lagi berdiri di atas red carpet, untuk dinilai terakhir kali. “Apalagi, Ibu Plt Wali Kota, Ibu Imal Raya Harahap, sempat mengatakan, pihaknya dan seluruh penonton juga ikut melakukan penjurian. Kami para juri tentu saja jadi jantungan. Kami tak ingin nama kami jelek sebagai juri. Kami kan juga ingin nama dan bendera kami berkibar sebagai juri,” tegasnya.

 

Ditanya apa keunggulan Juara I Kategori Putri, Mindo menjelaskan, Kartika Suci L Parhusip memiliki tinggi yang cukup untuk seorang model, gayanya luwes di atas catwalk, busananya oke, dan semua kriteria penilaian yang diberikan panitia, dia miliki. Untuk juara II, Wulansari, nilainya hanya beda tipis dengan Juara I. Hanya ada satu kekurangannya, senyumnya kurang dibanding Kartika. ”Soal asesoris dan gaya di atas catwalk, Juara II itu cukup menonjol,” katanya. Sementara Juara III Ruth Teresia Aritonang, dinilai sudah oke, hanya kurang di asesoris.

 

Kembali ditanya, mengapa juri tidak memenangkan beberapa peserta yang diam-diam dijagokan beberapa penonton, contohnya dua peserta bergaun warna merah, Mindo menjelaskan, nilai dari dua juri untuk kedua peserta itu tidak terlalu tinggi. ”Hanya satu juri yang menjagokannya. Dan itulah gunanya mengapa juri harus tiga orang, agar bisa memutuskan,” katanya.

 

Tanpa menyebut nama, Mindo menjelaskan, beberapa kelemahan peserta antara lain ada di mimik. Jadi meski sudah luwes berjalan di atas red carpet dan busananya oke, tetapi kalau mimiknya kejam dan tanpa senyum, akan mengurangi total nilai.

 

Ke depan, kata dia, para calon peserta lomba fashion show diimbau berjuang mendapatkan simpati juri. ”Senyuman dapat mempengaruhi hati juri. Memang umumnya para peserta sudah lumayan bagus di gaya dan busana, hanya kurang di mimik saja. Mungkin masih grogi,” katanya.

 

Untuk kategori Ibu-ibu, postur badan menjadi salahsatu pertimbangan memilih juara, di samping keserasian berbusana, asesoris, dan keluwesan berjalan di atas catwalk. ”Sempat ada peserta yang bertanya ke juri, ’Apa kekurangan saya Bu?” usai lomba. Saya jawab, kamu tidak ada kekurangan. Hanya saja, ada yang lebih baik dari kamu. Dan juri harus memilih,” cetusnya.

 

Senada dengan Mindo, anggota Tim Juri, Ika Pitarawesti Harahap, saat ditemui di ruang kerjanya di Siantar Hotel, kemarin menjelaskan, busana, gaya di atas catwalk, dan asesoris, benar-benar dinilai juri. ”Ada yang memang cantik, tapi tak ada senyum. Ya jelas nilainya kurang,” katanya, senada dengan Mindo.

 

Untuk Juara I Putri, Kartika Suci L Parhusip, menurut Ika, mendapat nilai paling tinggi dari ketiga juri. “Nilai dari saya, Bu Mindo, dan Pak Gunawan, memang paling tinggi untuk dia. Baik dilihat dari keserasian busana pesta malam yang dikenakannya, gayanya di atas catwalk, dan penggunaan asesoris. Bahu tegak, dan punggung tidak membungkuk. Dan yang pasti, dia tampil luwes dan senyum saat berjalan di atas catwalk. Kan tak lucu, saat memeragakan busana pesta, wajah tegang dan serius tanpa senyum,” kata Ika sambil mempraktekkan gaya peserta yang jalan dengan memasang wajah serius.

 

Juara II Putri, Wulansari, busananya juga dinilai tepat dengan tema, yakni busana pesta malam. Selain itu, gaya berjalannya di atas catwalk dinilai luwes dan asesorisnya cocok. Juara III, Ruth  Teresia Aritonang, juga dinilai berbusana yang tepat dengan tema, cukup tersenyum di atas catwalk, hanya saja masih kalah luwes dibanding juara I saat jalan di atas catwalk.

 

Sementara juara harapan I Agustin Windasari, meski busananya tidak tergolong glamour dan malah cenderung simple, tetapi secara keseluruhan dianggap serasi dengan dandanannya. Selain itu, gaya berjalannya di atas catwalk cukup luwes. Juara Harapan II Dewi Syafriana Sinaga dan Harapan III Bedseba Angellina Sinaga, busananya juga dianggap serasi dengan dandanannya, didukung cara berjalan dan gaya di atas catwalk, serta asesoris pendukung yang cocok.

 

“Dan mungkin perlu saya sampaikan, meski ketiga juri tak saling contek saat memberi penilaian, ternyata nilai-nilai yang kami berikan untuk tiap peserta, tidak terlalu jauh berbeda,” katanya.

 

Penilaian untuk peserta Kategori Remaja Putra dan Ibu-ibu juga prinsipnya sama. Misalnya, ada Juara Harapan I Putra, turun nilainya karena memeragakan busana di atas catwalk sambil makan permen. “Itu sudah pasti mengurangi nilainya, meski sebenarnya gayanya cukup bagus,” jelasnya.

 

Untuk peserta putri, ada yang mengenakan sandal. Ada yang tali branya kelihatan. Ada yang lapisan penutup dada di gaun yang bahunya terbuka, garis-garisnya terlihat jelas sehingga mengurangi keindahan. Ada yang gayanya terlalu heboh. Ada yang terlalu membungkuk. Ada yang terlalu banyak menunduk. Ada yang terlalu bergoyang. Ada yang pilihan busananya dianggap tak terlalu tepat dengan tema. Dan macam-macam bahan penilaian lainnya. Untuk Ibu-ibu, ada yang posturnya tidak terlalu tinggi, ada yang asesorisnya dianggap tak serasi, dan lain-lain. Semua itu mengurangi total nilai untuk si peserta.

 

Ika menegaskan, Tim Juri sudah berusaha seobjektif mungkin dalam menilai peserta. “Kami berdiskusi lebih satu jam untuk memilih pemenang. Kami kan tak ingin diprotes oleh peserta dan penonton. Tau tidak… sorak dan teriakan penonton yang mendukung peserta tertentu, cukup membuat Tim Juri terbeban. Kami tak ingin disoraki penonton kalau juara yang kami pilih tak tepat. Pokoknya, kerja keraslah, Dek,” katanya.

 

Sebelumnya, anggota Tim Juri, Drs Gunawan Purba, saat pengumuman para juara telah mengakui, dewan juri sempat kesulitan menentukan siapa calon pemenang, karena kemampuan peserta rata-rata bagus.  “Mereka rata-rata sudah berpengalaman, dan sebagian di antaranya adalah peserta yang tidak asing lagi di dalam setiap event-event lomba fashion di Siantar. Kami dewan juri sebenarnya sulit untuk menentukan juara. Tapi berkat kerja keras kami putuskan pemenangnya,” ujarnya. (Habis)

Kategori: Siantar Man

Pagelaran Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR (2)

26 April 2008 · Tidak ada Komentar

Tim Juri Habiskan 1 Jam Lebih Putuskan Para Juara

 

Penjurian Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR, tergolong alot. Tim Juri, yakni Mindo Beauty Indriani Napitupulu (Ketua), Ika Pitarawesti Harahap, dan Drs Gunawan Purba, membutuhkan waktu satu jam lebih untuk memutuskan siapa pemenang lomba. Keserasian berbusana, jalan dan gaya di catwalk, dan asesoris, benar-benar dipertimbangkan!

 

Dame Ambarita, Siantar

 

”Lima belas menit lagi ya,” kata anggota Dewan Juri, Drs Gunawan Purba, saat dihubungi panitia untuk menanyakan berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan Tim Juri sebelum mengumumkan pemenang. Hal itu ditanyakan, setelah Tim Juri sudah berdiskusi selama 20 menit di sebuah ruang tertutup di Siantar Hotel, usai seluruh peserta tampil untuk dinilai dan berparade penghabisan.

 

Acara hiburan pun diteruskan. Dua peserta putri menyumbangkan suara menghibur penonton. Peserta ibu-ibu tak mau kalah. Diana Batubara turut menyumbangkan suara, dengan menyanyikan lagu Batak berirama sedih, disusul lagu berirama gembira. Para peserta kategori ibu-ibu diundang hadir ke atas red carpet untuk bergoyang bersama. Sejumlah penonton ikutan turun ke red carpet untuk bergoyang. Bahkan Dr Polentyno Girsang dan istrinya ikut bergoyang dengan energiknya.

 

Dua puluh menit kemudian (panitia menambah 5 menit dari yang dijanjikan), panitia kembali menelepon Ketua Tim Juri, Mindo Napitupulu, bertanya berapa menit lagi waktu yang dibutuhkan juri. “Tunggu 15 menit lagi ya! Juri perlu kerja keras memutuskan siapa juaranya,” pintanya.

 

MC pun mengumumkan peserta lomba dan hadirin untuk menunggu 15 lagi. Sesi hiburan dilanjutkan. Kali ini diisi dengan sejumlah pengunjung yang menyumbangkan suara. Seorang waria menyumbangkan lagu dengan goyang heboh, mengundang aplaus meriah dari penonton.

 

Lima belas menit berlalu, dan belum juga ada tanda-tanda Tim Juri hadir ke lokasi acara. ”Kak, berapa menit lagi?” tanya panitia, lagi-lagi via telepon.

 

“Tunggu lima menit lagi ya. Sabar saja,” jawab Ketua Dewan Juri.

 

Hiburan terus berlanjut. Peserta lomba kategori ibu-ibu, Danke Rajagukguk menyumbangkan suara. Remaja putri dan penonton kembali bergoyang di atas red carpet. Uniknya, peserta Remaja Putra tak ada yang pede ikut bergoyang. 

 

Akhirnya, setelah satu jam lebih, Tim Juri muncul di lokasi acara. Seluruh peserta yang sudah agak menyebar: ada yang ke toilet, ada yang ke meja sanak keluarganya, ada yang makan minum, diimbau MC untuk kembali ke kursi peserta. Dan detik-detik menegangkan pun mewarnai suasana.

 

Sempat ada beberapa kekurangpaduan soal teknis pengumuman. Awalnya, panitia merancang, seluruh peserta per kategori diundang berbaris ke atas red carpet. Selanjutnya, juri mengumumkan 15 besar, disusul 6 besar, dan tiga besar. Tetapi mengingat jumlah peserta putri cukup banyak dan tak ada ruang untuk berdiri sekaligus, akhirnya diputuskan untuk mengumumkan 15 besar saja. Ke-15 besar diundang untuk berdiri di atas panggung, sebelum diumumkan 6 besar, dan 3 besar.

 

Pertama, diumumkan juara untuk Kategori Ibu-ibu. Karena jumlah ibu-ibu yang hadir ikut lomba hanya 15 orang, Juri hanya mengeliminasi 5 peserta, dan memanggil 10 besar dengan menyebutkan nomor dan nama peserta. Ke-10 besar itu yakni nomor 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 13, 14, dan 15, dengan total nilai masing-masing mulai 600 sampai 2.500.

 

Selanjutnya, juri mengumumkan 6 besar, yakni Juara I Mutia Siregar (2.500), Juara II Herlina Sirait (2.300), Juara III Suzanna Girsang (2.000), Harapan I Sri Hayati (1.800), Harapan II Monika Simarmata (1.500), dan Harapan III Danke Rajagukguk (1.200).

 

Juara I mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp750.000, satu unit handphone, dan voucher dari Indosat. Juara II mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp500.000, satu unit handphone, dan voucher dari Indosat. Juara III mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp250.000, satu unit VCD, dan voucher dari Indosat. Juara I Harapan mendapat piagam penghargaan, satu unit rice cooker, dan voucher dari Indosat. Juara II Harapan mendapat piagam penghargaan, satu unit dispenser, dan voucher dari Indosat. Juara III Harapan mendapat piagam penghargaan, satu unit hair dryer, dan voucher dari Indosat.

 

Seperti dijelaskan saat briefing dan dalam pemberitaan di METRO SIANTAR, hadiah untuk Kategori Ibu-ibu tak persis sama dengan yang dijanjikan panitia pada iklan pengumuman lomba fashion show. Hal ini karena jumlah peserta yang mendaftar tidak memenuhi quorum yang ditetapkan panitia, yakni minimal 25 peserta.

 

Selanjutnya, Tim Juri mengumumkan para juara untuk Kategori Remaja Putri. Pertama, Tim Juri mengumumkan 15 besar, yakni nomor 1, 3, 6, 7, 8, 14, 16, 18, 26, 27, 28, 39, 42, 45, dan 50.

 

Sedangkan Juara I adalah Kartika Suci L Parhusip, Juara II Wulansari, dan Juara III Ruth Teresia Aritonang. Juara harapan I Agustin Windasari, Harapan II Dewi Syafriana Sinaga, dan Harapan III Bedseba Angellina Sinaga. Juara I mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp1.000.000, paket kosmetik, dan voucher dari Indosat. Juara II mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp750.000, paket kosmetik, dan voucher dari Indosat. Juara III mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp500.000, paket kosmetik, dan voucher dari Indosat. Juara Harapan I, II, dan III mendapat piagam penghargaan, uang Rp250.000, paket kosmetik, dan voucher dari Indosat.

 

Berikutnya, Tim Juri mengumumkan para juara untuk Kategori Remaja Putra. Pertama, Tim Juri mengumumkan 15 besar, yakni nomor 3, 6, 9, 11, 18, 19, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, dan 31.

 

Adapun untuk 6 besar, Juara I diraih Boydo RE Hutagalung, Juara II Peri Emil Siallagan, dan Juara III Frengki Roy Simamora. Untuk juara Harapan I diraih Jamal Hensen Damanik, Harapan II Eduard Napitupulu, dan Harapan III Awal Hadinata. Juara I mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp1.000.000, dan voucher dari Indosat. Juara II mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp750.000, dan voucher dari Indosat. Juara III mendapat piala, piagam penghargaan, uang Rp500.000, dan voucher dari Indosat. Juara Harapan I, II, dan III mendapat piagam penghargaan, uang Rp250.000, dan voucher dari Indosat.

 

“Untuk hadiah uang, harap diambil di Kantor METRO SIANTAR pada hari Senin, 7 April 2008,” kata Panitia melalui MC.

 

Usai pengumuman, sejumlah peserta yang belum beruntung menjadi juara, memilih untuk pulang. Lagipula, waktu sudah menunjukkan pukul 23.15 WIB. Raut-waut wajah kecewa, bahkan sedih, mewarnai peserta yang belum beruntung. “Jangan sedih, masih ada kesempatan bertanding di lain kesempatan,” kata MC, Fawzy, menghibur peserta yang belum beruntung.

 

Sementara peserta yang menang, wajahnya sumringah dengan wajah penuh senyum. “Tapi, kapan ya aku bisa juara I,” tanya Frengki Roy Simamora, Juara III Kategori Remaja Putra, saat menyalami panitia.

 

”Tanya rahasianya kepada Juara I. Atau kau curi dulu ilmunya. Mungkin dia lebih luwes berjalan daripada kamu. Kamu sih, pasang wajah terlalu serius. Tak ada senyum. Kali itu jadi pertimbangan juri,” canda panitia menjawab pertanyaan si peserta.

 

Peserta khususnya para juara, sibuk foto-foto bersama juri. Waktu sudah menunjukkan tengah malam lewat sedikit. Acara pun usai.

 

Seluruh Panitia HUT V METRO SIANTAR, secara khusus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para sponsor yang mendukung acara, antara lain Sinar Utama Elektronik (Koko Susanto), Aling Salon, Biza Salon, Juan Salon, Telkomsel, Jumbo Shop, Indosat, yang telah memberikan produk maupun voucher, untuk pemenang. (selanjutnya, ikuti apa kata juri tentang bagaimana proses yang mereka lakukan dalam memilih para juara).

Kategori: Siantar Man

Pagelaran Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR (1)

26 April 2008 · Tidak ada Komentar

Penonton Membludak, Peserta Tampil Cantik, Glamour, Modis, dan Keren

Malam Minggu (5/4), Pujasera Siantar Hotel penuh dengan gadis-gadis cantik, seksi, dan glamour, juga pemuda-pemuda ganteng, serta ibu-ibu berkebaya yang modis-modis. Para penonton membludak. Sebanyak 400-an lebih kursi yang disediakan tak mampu menampung penonton. Kursi ditambah. Itupun tidak cukup, hingga sebagian penonton terpaksa berdiri berjejal-jejal. Pemandangan itulah yang terlihat pada Pagelaran Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR.

 

Dame Ambarita, Siantar

 

Sabtu sore sekira pukul 15.00 WIB, hujan mengguyur Kota Pematangsiantar. Panitia Lomba Fashion Show HUT V METRO SIANTAR sempat rada cemas. Pasalnya, final Lomba Fashion Show yang digelar di Pujasera Siantar Hotel yang direncanakan mulai pukul 18.30 WIB, berada di ruang semi terbuka. Artinya, jika hujan terus berlanjut hingga malam, tempias dan suara hujan bisa mengganggu acara. Juga para peserta dan penonton, terhalang datang ke lokasi.

 

Syukurlah, hujan hanya mengguyur sekira 1 jam 30 menit. Dan cuaca kembali cerah sejak pukul 16.30 sampai acara lomba selesai. Thanks God!

 

Sesuai instruksi panitia, sebagian peserta sudah hadir di lokasi pukul 18.00 WIB. Dan terus berdatangan hingga pukul 19.30. Keterlambatan peserta ini sekaligus memolorkan acara satu jam dari jadwal. Pasalnya, panitia merasa tak enak memulai acara jika peserta belum lengkap. Sementara itu, lokasi acara sudah dipenuhi penonton. Sebagian bahkan harus berdiri karena tak kebagian kursi.

 

Tim Juri sendiri, yakni Mindo Beauty Indriani Napitupulu (Ketua), alumnus Sekolah Juri di Jakarta tahun 2002 lalu yang juga seorang Master Trainer, serta dua anggota juri, yakni Ika Pitarawesti Harahap, Manager di Siantar Hotel, dan Drs Gunawan Purba, Kakan Pariwisata Siantar, hadir sekira pukul 19.15 WIB. Ketiga juri tampak berwibawa dan mantap duduk di kursi juri.

 

Pukul 19.30 WIB lebih sedikit, acara dimulai dengan Master of Ceremony, Fawzy. Usai ucapan selamat datang dari MC, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari METRO SIANTAR diwakili Bambang, disusul sambutan dari Ny Imal Raya Harahap br Manik (Nyonya Plt Wali Kota Siantar), sekaligus membuka acara.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi dari siswa-siswi SMK Bintang Timur Kota Pematangsiantar, yang menampilkan fashion show karya anak-anak siswi, berupa pakaian dari bahan-bahan nontekstil, seperti daun, kertas koran, plastik, dll. Penampilan para siswi SMK Bintang Timur ini sukses memeriahkan suasana, apalagi para modelnya adalah siswi-siswi SMK sendiri, yang tampak pede dan luwes berjalan di atas catwalk.

 

Pukul 20.00 WIB, acara inti pun dimulai. Atraksi parade fashion show dimulai dari peserta Kategori Ibu-ibu. Total jumlah peserta ibu-ibu yang mendaftar mencapai 19 orang. Tapi pada saat final, ada 4 peserta yang absen. Alhasil, yang ikut lomba hanya 15 orang. Nama-nama mereka (sesuai nomor undian) yakni Irma Batubara, Iri Yanti, Intan Rosmaida, Herlina Sirait, Danke Br Rajagukguk, Suzanna Girsang, Maryati Situmorang, Mutia Siregar, Monica Simarmata, Lisriani Marpaung, Dianti Risnauli, Diana Batubara, Endang Setiawati Efendi, Sri Hayati, dan Yusni Marpaung. Sementara 4 peserta yang absen yakni Erni Kirana, Melva, May Solfyn Purba, dan Sartina.

 

Lagu keroncong Bengawan Solo mengiringi parade ibu-ibu, yang melangkah anggun dan slow bak pengantin. Sambutan meriah dari penonton, khususnya dari supporter para peserta, membahana mengiringi langkah jagoannya. 15 peserta parade dalam dua baris. Sayang, tak semua pede melangkah sambil menari, seperti sebelumnya diarahkan pengarah gaya, Syawal, saat gladi resik. Sebagian besar hanya berjalan anggun tanpa menari, hanya satu dua orang yang pede parade sambil melakukan gerakan tari. Begitupun, teriakan dan tepuk tangan tetap mengiringi parade fashion ibu-ibu.

 

Usai pertunjukan keroncong, sambutan heboh langsung menyeruak dari penonton, begitu parade peserta Remaja Putri berpasangan dengan Remaja Putra, tampil ke atas catwalk. Lagu menghentak dari Dewi-Dewi berjudul Dokter Cinta, mengiringi derap langkah para peserta. Di sini, seluruh penonton dan sponsor acara, terkesima menyaksikan penampilan para peserta, khususnya peserta putri, yang tampil cantik-cantik, seksi, dan glamor. Gaun-gaun berwarna cerah, modis, dan  mewah, bertebaran di atas catwalk. Ada yang seksi habis, ada yang anggun, ada yang glamour, meski satu-dua ada yang memilih tampil dengan gaun yang khas remaja.

 

”Kalau aku juri, aku pasti sudah bingung menentukan pemenang,” celetuk seorang penonton.

 

Peserta cowok tak kalah keren, tampil dengan busana pilihan masing-masing. Ada yang mengenakan jas, ada yang mengenakan kemeja dipadu dasi, ada yang dipadu syal, dan sebagainya.  

 

Namun kecantikan para peserta saat parade tak bisa dinikmati penonton sampai puas. Pasalnya langkah peserta saat parade masuk tempo cepat. Apalagi jumlah peserta putri yang terdaftar mencapai 69 orang (minus 10 peserta). Para peserta putri (nomor 1-69), yakni Rina Suciana, Metalia Ambarita, Wulansari, Sarah Oktaria Damanik, Citra Anastasya, Gafrina Megawati, Ruth Teresia Aritonang, Damayanti Napitupulu, Desti Advrina Marpaung, Jeni Veronika Simanjuntak, Nur Agustin Tampubolon, Radhiatun Adawiyah, Shinta, Maisahlina Silalahi, Suhartini, Bedseba Angellina Sinaga, Fitri Enjelina, Windy Tiolina Sitanggang, Herfinawati Sidabutar, Irma Fetriani, Septia Wijayanti, Sarah M Tampubolon, Thesalonika Sinaga, Juliana P Silitonga, Nur Cahaya, Faridah Hanum, Dewi Syafriana Sinaga, Stevani M Hutabarat, Roma Sari Siahaan, Santika Sidabutar, Lily Dwi Evrima, Lulu Riski Simamora, Herlida Rajagukguk, Duma Purba, Hotma Nababan, Eka Purnasari, Netti Hermawati, Rusantika Sinaga, Septi Sd Siahaan, Nipujiana Bancin, Elia Astri Sabana Aritonang, Endang Manalu, Ria Hartati, Tifani Ferdian, Agustin Windasari, Icha Voviarti Purba, Vivi S, Imelia Lestari Lubis, Vina Purba, Kartika Suci L Parhusip, Merine Septiany, Santi Hasibuan, Surya Efrida Tambunan, Rokaya Manurung, Maria Magdalena, Jamilah SPd, Diana Oktavia Siallagan, Aisyah Chairani, Gesmi Anita Sitanggang, Ayu Anastasya, Neva Ghona Pasaribu, Mustika Surya Rumapea, Ririn Siagian, Dina Riani Purba, Marlina Malau, Selti Hotmaria Nainggolan, Meiliani, Elima Ghona Pasaribu, dan Rahimah Rahim.

 

Adapun 10 peserta Remaja Putri yang tidak hadir, yakni Citra Anastasya, Damayanti Napitupulu, Stevani M Hutabarat, Hotma Nababan, Vivi S, Imelia Lestari Lubis, Santi Hasibuan, Mustika Surya Rumapea, Meiliani, dan Rahimah Rachim.

 

Jumlah peserta Remaja Putra yang hanya 32 orang, memaksa setengah dari peserta Remaja Putri berpasangan dengan sesama cewek, saat parade. Adapun nama-nama peserta putra (1-32), yakni Arief Darmawan, Hermadi Santoso, Romi Dicky Purba, Frandthoding Damanik, Canro Altra Padang, Peri Emil Siallagan, Ronal Panjaitan, Joe, Frengki Roy Simamora, M. Siddik, Jamal Hansen Damanik, Priandi Damanik, Martin Roy, Juwel Tri Paulus, Nyoki Ino Ramadhan, Nanda Perdana Batubara, Indra Setiawan, Boydo Ravij Evan Hutagalung, Eduward Napitupulu, Nico Manik, Yepri Marudut Sihombing, Hartama Purba, Willy N, Awal Hadinata, Ansari, Anugrah Ragel Siahaan, Erwin Wandaris, Iwan Hendrik Simbolon, Hardiyan Pratama, Edo Bastian Simanjuntak, Barnabas Jon Tuah Purba, dan Ricky Willyansyah.

 

Ada 4 peserta putra yang tidak hadir, yakni Canro Altra Padang, Ronal Panjaitan, Juwel Tri Paulus, dan Ansari.

 

Usai parade, tahap berikutnya masuk penilaian juri. Kembali peserta Kategori Ibu-ibu tampil dua orang sekali tampil, masih diiringi musik keroncong. Kali ini, penonton boleh memandang peserta puas-puas. Soalnya, waktu dan ruang yang diberikan untuk peserta lebih longgar. Tahap ini, Tim Juri pun tampak serius. Bahkan Ketua Dewan Juri, Mindo Napitupulu yang malam itu tampil cantik dan anggun, sampai merasa perlu mengenakan kacamatanya, agar lebih jelas menilai penampilan peserta.

 

Umumnya, peserta tampil anggun dengan kebaya berwarna cerah, merah, kuning keemasan, merah jambu, dan sebagainya. Ada yang pede melakukan gerak tari, ada yang memanfaatkan kipas, dan sebagainya.

 

Berikutnya, peserta Remaja Putri tampil ke atas catwalk, dua orang sekali tampil. Sesuai petunjuk yang disampaikan pengarah gaya saat GR, peserta diwajibkan berjalan ke sini, berhenti di sini, berputar di sana, melangkah ke sini, dan sebagainya. Semua petunjuk dipatuhi para peserta. Hanya saja, tak semua peserta kompak dengan pasangannya saat bergaya di panggung. Ada yang terlalu cepat melangkah, hingga meninggalkan temannya. Ada yang terlalu lambat atau terlalu banyak berputar dan berhenti, hingga ditinggalkan temannya, dan sebagainya.

 

Tetapi secara umum, peserta Remaja Putri tampil cantik, percaya diri, glamour, mewah, dan keren. Ada yang tampak anggun dengan gaun panjang hingga ke lantai, ada yang seksi dengan menampakkan kaki dan paha dibalut stoking, ada yang menampilkan bahu yang cukup terbuka, dan sebagainya. Pada tahap ini, teriakan riuh penonton kerap membahana. Penonton berdesak-desak, ingin menyaksikan lebih dekat penampilan para peserta. Ada yang maju ke depan hingga menutupi penonton yang duduk di kursi. Kamera dijepretkan di sana sini. Hanya Dewan Juri yang tampak serius menilai.

 

Beberapa peserta tampil sangat cantik dan sangat pede. Beberapa panitia yang terpusat di sayap kiri panggung, berlomba menjagokan peserta yang diyakininya memang. ”Aku pilih yang baju merah. Lihat gaunnya jatuh pas di lekukan tubuhnya. Lihat juga gayanya, pede abis. Bahunya tegak. Aku yakin, dia berpeluang masuk daftar pemenang,” kata seorang anggota panitia.

 

Panitia yang lain ikut menjagokan peserta yang menurut penilaiannya berpeluang menang. ”Kita tengok saja nanti keputusan juri,” kata panitia lainnya. 

 

Giliran peserta Remaja Putra tampil di red carpet untuk dinilai juri, juga tak kalah menghebohkan dari peserta Remaja Putri. Dari yang pede membuka dan menutup jasnya sambil berjalan, pakai syal, pakai dasi, pakai baju berkilat-kilat, dan sebagainya.

 

Fashion Show yang diikuti 120 peserta (minus yang absen), berhasil memukau ratusan penonton yang hadir. Beberapa tingkah peserta yang unik, terkadang memancing gelak tawa dan teriakan huuuu… dari penonton. Tapi seluruh penonton, panitia, sponsor, bahkan juri, sangat terhibur dengan seluruh penampilan peserta, yang sungguh memukau.

”Aku yakin, juri bingung memutuskan pemenang,” kata seorang panitia lainnya. (selanjutnya, ikuti catatan seputar menit-menit alot yang dihabiskan tim juri memutuskan siap pemenang Lomba Fashion Show).

 

 

Kategori: Siantar Man