Dame Ambarita’s Weblog

Entries categorized as ‘Puisi’

Peduli Apa!

12 Juni 2009 · & Komentar

Engkau mau jungkir balik
Mau balik jungkir
Aku tak peduli lagi
Silahkan berbuah semaumu
Aku akan tutup mata tutup telinga
Bahkan takkan coba mengintip
Apa yang kau lakukan dalam senyap

Silahkan… silahkan
Lakukan apa yang kau suka
Selagi kau masih ada waktu

Aku bukan marah bukan jengkel
Hanya tak peduli saja lagi
Karena peduli pun ternyata tak banyak gunanya
Hanya mengundang pertikaian
So, silahkan jungkir balik
Peduli apa dengan semua itu
Aku capek sakit kepala!

Siantar, Juni 2009

Kategori: Puisi

Berat Sebelah

19 Mei 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hati-hati…!
Kakimu timpang
Jalanmu miring sebelah
Caramu berjalan tidak seimbang

Kau condong ke satu sisi
Hatimu plin-plan
Kau pikir kepincanganmu tersembunyi
Tapi sebenarnya itu sangat jelas terlihat
Seperti batu besar di tengah jalan

Penghakimanmu tidak jujur
Kau berteriak saat kakimu diseimbangkan
Suaramu melengking saat langkahmu diluruskan
Menyerang saat nodamu disingkapkan

Jujurlah…!
Tak baik berbuat begitu
Dinding yang kau bangun pun bisa roboh
Karena dasarnya rapuh seperti pasir

Berjaga-jagalah
Jangan itu membuatmu tersandung

Siantar, Mei 2009

Kategori: Puisi

Pertempuran

19 Mei 2009 · & Komentar

Kau pernah bertempur?

Kau pernah dengar deru perang?

Kau pernah angkat senjata?

 

Ou ou… tidak katamu?

Hari gini perang, katamu?

 

Tapi aku pernah bertempur

Dan aku sedang bertempur

Kau dengar pekik perangku?

Kau lihat senjataku?

 

Ou ou… tidak katamu?

 

Aku sedang bertempur

Bukan… bukan seperti Perang Dunia

Ini pertempuran tentang perebutan kekuasaan

Tentang hilangnya harga diri

Tentang sulitnya pilihan hidup

Tentang gugurnya idealisme… (cuih…)

 

Kau tak dengar deru perangku?

Tak lihat senjataku?

Memang… memang perangku tidak bersuara

Tidak hangar-bingar laiknya perang

Tidak membunuh nyawa

 

Tapi jika kau peka

Kau pasti akan merasakan hembusan perangku

Dan mendengar derunya di kesenyapan

 

Pekakah engkau?

 

Siantar, Mei 2009

Kategori: Puisi

Jiwaku Mengembara

24 November 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jiwaku mengembara

Menjelajah ke bukit-bukit, gunung, hutan, danau

Melintasi tempat hantu-hantu

 

Jiwaku meloncat-loncat

Hari ini di gunung, besok malam di bawah danau

Aku menghindar dari tempat hantu-hantu

Tapi hantu-hantu itu selalu ada di lintasan

 

Aku melawan mereka

Mereka melawan aku

Aku tau aku punya senjata

Tapi tangan-tangan mereka gentayangan meraihku

 

Aku terus mengembara sambil melakukan perlawanan

Di setiap perjalanan, mereka ada

Mencoba meraihku

Aku takut, tapi aku tak berhenti melawan

 

Aku terus mengembara

Tidak tahu mengapa tiba-tiba aku ada di gunung, di hutan, bukit, danau

Dan terus melawan hantu-hantu

Kategori: Puisi

Drama Empat Babak

01 Mei 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

 

BABAK I:

Aku memohon: ”Tolonglah Pak!”

 

”Kamu kerjakan saja sendiri!

Jangan harapkan orang lain

Jangan harapkan bantuan apapun!”

 

Aku menangis di balik jendela

”Tolong jangan bilang siapa-siapa ya,” pintaku pada dinding.

 

BABAK II:

”Kamu pikir kamu hebat?!”

Telunjuknya diarahkan ke wajahku

 

Aku tertegun

Tenggorokanku terasa sakit

 

BABAK III:

”Buktikan kehebatanmu padaku!”

Bentaknya dari jauh

Lewat perantara

”Kau telah menggunakan milikku

Kini, kembalikan hasilnya padaku!”

 

Aku menatap tak percaya

Bahuku goyang

Aku menggeleng, menolak menangis

 

BABAK IV:

”Karya apa itu???

Lenyapkan karya-karya itu dari hadapanku!

Jangan seperti orang onani!”

Ejeknya lewat  dering telepon

 

Aku membisu

Jiwaku mati rasa

 

TAMAT!

 

Aku menengadah ke langit

”Tuhan….” aku merintih

”Kau di mana?

Peluklah aku

Aku benar-benar butuh bahu-Mu!”

 

Siantar, Mei 2008

Kategori: Puisi