Sunset di Pantai Ujung Siboga

Pantai Ujung Siboga

Pantai Ujung Siboga

Sunset di Pantai Ujung Siboga

 

 

 

 

 

Hampir setiap sore sampai malam saat cuaca cerah, Pantai Ujung Siboga, ramai dengan pengunjung. Umumnya warga lokal. Ada yang main bola di lapangan yang tersedia, ada yang duduk-duduk di atas tembok pembatas air laut dengan ‘daratan’, ada yang mandi-mandi, main pasir, jajan makanan ringan, atau hanya sekedar lalu-lalang menikmati sunset (pemandangan matahari terbenam).

 

Dame Ambarita, Sibolga

 

Yang namanya pantai, tentu saja berbatasan langsung dengan laut. Begitu juga dengan Pantai Ujung Siboga, di Kelurahan Simare-mare, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Dari sekian banyak pantai di Kota Sibolga dan Tapteng, pantai yang satu ini cukup diminati pengunjung lokal. Apa kelebihannya?

 

Dari segi luas, mungkin Pantai Ujung Siboga bukan ‘the best’. Maklum, luasnya hanya sekitar 50 x 60 meter persegi. Fasilitasnya pun bukan kelas satu. Bahkan, kejernihan air lautnya pun bukan pula menggiurkan. Tetapi ia memiliki sesuatu yang khas. Pemandangan Aek (Sungai) Doras di sisi kiri jalan masuk ke lokasi. Dan pekuburan umum di sisi kanan.

 

Pekuburan tentunya bukan sesuatu yang patut diiklankan dalam wisata. Tetapi jangan takut, sejak pantai ini mulai ditata Pemko Sibolga di awal tahun 2008, jalan masuk ke pantai sudah ditimbun dan diaspal apik, dengan pagar cukup tinggi membatasi sisi ke pekuburan. Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, mungkin takkan menyangka kalau di sisi kanan adalah pekuburan.

 

Biasanya mulai pukul 16.00 WIB (khususnya saat cuaca cerah), kawasan ini sudah mulai ramai. Pedagang jajanan ringan, seperti jagung bakar, bakso, mie instant rebus/goreng, kacang rebus, serta jajanan lainnya, sudah berjualan di lokasi. Pengunjung pun mulai berdatangan. Ada yang jalan kaki, naik becak, naik sepedamotor, mobil, dan sebagainya. Ada rombongan anak sekolah, anak-anak muda yang mau main bola, gadis-gadis remaja yang ingin menikmati sunset, pasangan yang lagi berpacaran, keluarga yang ingin bersantai, dan sebagainya.

 

“Sekarang ini, orang lebih suka ke pantai ini saja (Pantai Indah Siboga, red). ‘Kan lebih dekat! Daripada jauh-jauh ke Pantai Pandan atau Pantai Kuta? Lagipula, di sini cukup nyaman. Mau jajan juga lengkap. Mau pulang ke rumah, pun tak perlu repot-repot menghabiskan waktu di jalan!” ungkap Rina (23), seorang gadis muda kepada METRO, belum lama ini.

 

Jaraknya dekat! Kata itu menjadi salahsatu keunggulan Pantai Ujung Siboga, di mata warga Sibolga. Memang, kejernihan air laut di pantai ini bukan nomor satu, tetapi tak pula kotor sekali. Buktinya, sebagian pengunjung cukup berani mandi-mandi di sana. Pantai ini bisa dibilang muara, karena air Aek Doras bermuara di sini. Tetapi tidak seperti muara lainnya yang umumnya agak berlumpur, muara Aek Doras cukup bersih, dengan pasir putih kecoklatan yang elok dipandang. 

 

Soal pemandangan alam, pantai ini juga tak kalah dari pantai lainnya. Pemandangan sunset dari sini, sama menariknya dengan sunset dilihat dari Pantai Pandan misalnya. Apalagi, di sisi kanan pantai, ada bebatuan karang yang dinaungi pohon besar dan lebat. Di antara batu karang dan pohon itu, ada gua kecil, yang konon katanya ada penunggunya berupa ular. Ular ini, masih katanya, hanya muncul saat-saat tertentu saja. Soal kebenarannya, wallahualam…

 

Sambil menikmati sunset, silahkan jajan bagi yang mau jajan. Jajanan ringan tersedia cukup beragam. Ada jagung bakar, Rp3.000-an per tongkol. Bakso, Rp7.000-an per mangkok, ada mie sop, mie instant goreng/rebus, snack,  kacang rebus, minuman ringan, dan sebagainya. Kalau mau bawa makanan dari rumah, juga boleh. Tak ada larangan. Cuma kalau tidak beli jajanan di sana, dimohon jangan duduk di tikar atau kursi plastik milik pedagang yah… hehehe…

 

Bagi anak-anak atau remaja yang ingin main sepeda, kejar-kejaran, atau main bola, lokasi sangat memadai. Tak perlu takut terluka parah jika jatuh, karena pasir yang ditimbun menjadi daratan dan ditembok dengan semen, cukup empuk.

 

Pemandangan ke laut lepas, dengan debur ombak menghempas pantai, ditingkahi hembusan angin laut, bolehlah untuk melepas suntuk setelah seharian berkutat dengan rutinitas. Belasan kapal-kapal nelayan yang sedang mencari ikan, dengan pulau-pulau kecil di kejauhan, juga menjadi objek pemandangan yang tak kalah menariknya.

 

Bagi warga Sibolga, berkunjung ke pantai ini menjadi pilihan salahsatu menarik, dan berpeluang menjadi objek wisata kebanggaan. Tak ada pungutan apapun. Silahkan datang, duduk-duduk di lokasi, lalu pulang, semuanya gratis. Kalau mau jajan, tak mahal-mahal amat. Modal Rp6 ribu, bisa makan jagung bakar berdua dengan pacar. Nah, tertarik menikmati sunset di Pantai Ujung Siboga? (*)

 

 

 

 

 

About these ads

2 responses to “Sunset di Pantai Ujung Siboga

  1. Saya pernah ke Pantai tersebut, kesan saya, Pemko Sibolga kurang mempromosikannya guna meningkatkan kunjungan parawisatawan yg pada gilirannya bisa menambah PAD. Mungkin tidak ada nilai jual obyek tsb, peruntukannya lokal saja, atau faktor lain. Di samping itu, akses jalan ke kota ini juga memerlukan perjuangan antara Toronto, eh.. Tarutung ke Sibolga. So, bagaimana solusinya? Ini merupakan PR buat pemko kalau mau berjuang memajukan daerahnya. Pesan saya, Dinas Pariwisata harus menindaklanjuti, semoga.

    • Memang masih untuk pengunjung lokal saja. Belum layak dipromosikan jadi lokasi wisata untuk skala lebih luas. Thanks comment-nya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s